Thursday, June 14, 2012

film-film dokumenter yang menginspirasi

Di tugas kesehatan mental yang terakhir ini saya akan memberikan kesan dari film-film dokumenter yang tadi di putar dikelas. Pertama mengenai kuatnya kata-kata yang kita ucapkan. Berhati-hati dalam berkata-kata karena lidah ini bagai mata pisau, dimana bisa keluar ucapan positif atau negatif. Nah yang perlu dihindari adalah kata-kata negatif karena dapat memberikan pengaruh yang bahaya terhadap prilaku kita nantinya. Yaa walau memang sering tak sadar mengucapkan itu. Misalnya kita mau mengerjakan sesuatu namun belum kita kerjakan tapi yang sering terucap adalah ‘aduhhh bisa gk ya??’ ah gk deh kayaknya’. Padahal belum kita kerjakan selangkahpun. Itu namanya kalah sebelum perang. Baiknya adalah kita harus yakin, ya minimal ucapkanlah ‘SAYA PASTI BISA’ atau ‘SAYA HARUS BISA’. Seperti itu yaah ;) . bicara keyakinan, bicara juga potensi terutama yang kita miliki. Tadi ada juga kisah orang-orang yang memiliki kekurangan fisik. Namun, ternyata mereka lebih sempurna di banding mereka.pesan yang di sampaikan adalah, Maka jangan menyerah dengan kegagalan yg telah ada, jangan mengeluh dengan hidup yg harus kita jalani, jangan merasa terpuruk dengan kekurangan kita, karena di balik kekurangan banyak potensi yg kita miliki, dan kita tak berarti jika dibanding mereka :) selanjutnya mengenai kasih sayang orang tua. Hemm berlinang air mata deh tadi :D. Kisah dari korea ini menceritakan tentang anak laki-laki dan seorang ayah nya. Sang ibu sakit-sakitan yang menjadikan ayah nya banting tulang demi keluarganya. Mulai dari mencari kerja yang di usir dengan orang, dan ketika dapat kerjaan hanya di bayar beberapa won saja. Sampai suatu ketika sang ayah mengalami kecelakaan dan meniggal dunia :’( . film ini hanya memberitahu kepada kita bahwa ayah yang merupakan tulang punggung kelurga akan selalu berusaha mencari uang sampai titik darah penghabisan, sampai maut menjemput. Apapun akan mereka lakukan demi kita, anak-anaknya yang dicintai :’) . kisah lanjutnya masih menegnai kasih sayang orang tua. Di thailand, ada seorang anak perempuan dan seorang ayahnya. Sang ayah bisu, tak bisa biacara sejak lahir. Anak perempuan ini selalu diantar kesekolah oleh ayahnya, sayngnya anak ini selalu di olok-olok oleh teman-temannya karena sang ayah yang bisu. Sampai suatu ketika anak ini berulang tahun. Dengan penuh rasa cinta yang dalam, sang ayah menyiapkan kue tart dan lilin untuk buah hati tercinta yang sedang berulang tahun. Namun sang ayah mendengar suara gaduh dari kamar anaknya. Dan ternyata anaknya bunuh diri lantaran sakit hati dengan teman-temannya karena sering di ejek. Dengan berlinang airmata ayahnya melarikan dia ke rumaah sakit, tentunya dengan harapan agar anaknya bisa diselamatkan. Namun takdir berkata lain, sang anak meninggaldunia. Dan sang ayah berkata ‘nak maafkan ayah karena tak bisa bicara, ayah seperti ini dari lahir, maafkan ayah karena tak seperti ayah-ayah yang lain, tapi walau ayah seperti ini tak sempurna, namun ayah akan selalu mencintaimu dengan sempurna’. Yaa allah sedihhhhhh :’( . pesannya yaa, apapun yang terjadi dengan orang tua kita, kekurangan apapun yang mereka miliki, mereka akan selalu mencintai dan menyayangi kita dengan SEMPURNA :) *love mom n dad*. Kisah selanjutnya dari inggris. Dimana seorang ayah yang sedang menikmati indahnya sore ditaman dengan sang anak yang sedang membaca koran. Berawal dari pertanyaan sang ayah yang menayakan ‘apa itu?’ *kicauan burung gereja*. Lalu sang anak menjawab ‘itu burung gereja’. Sang ayah melontarkan pertanyaan itu sampai tiga kali. Sampai pada pertanyaan yang terakhir sang anak menjawab dengan rasa kesal ‘sudah aku bilang itu burung gereja. Dapatkah kau mengejanya, burung G-E-R-E-J-A !’. yang membuat sang ayah masuk kedalam rumah. Kembalilah snag ayah dengan membawa buku harian. Lalu, sang anak diperintahkan untuk membacanya keras-keras. Buku harian itu Berisikan; ketika itu ulang tahunmu yang ke-3. Kita duduk bersama ditaman dengan dihinggapi seekor burung. Lalu kau bertanya ‘apa itu?’ sampai 21 kali dan aku menjawab ‘itu burung gereja’ tanpa rasa kesal dan marah. Ini hanya mengingatkan kita kalau kita juga pasti dulu seperti itu, tapi sekarang, mereka sering bertanya 'nak mw kemana?' atw yg lainnya berkali-kali namun jawab kita adalah 'ih apasih bawel banget !' dengan rasa kesal kita. MasyaAllah, padahal mereka tak pernah samasekali kesal dan marah setiap kali kita bertanya :). Dari pesan dan kesan yang ada dari film-film tadi yuk kita berdoa.. Bismillahhirohmanirohimm.. ya allah terimakasih atas nikmat yang telah kau berikan pada kami hari ini, terimakasih atas apa yang telah kau berika pada kami yang kami tidak pernah memintanya, terimakasih atas apa yang kau berikan dari yang kami minta.. ya allah ampunilah maafkanlah dosa dan kesalahn kami pada kedua orang tua kami, maaf ya allah kami telah durhaka pada mereka.. ya allah berilah kebahagian kepada mereka dunia dan akhirat, dan berilah kesempatan kepada kami untuk dapat membahagiakan mereka.. aamin allahhumma aamin :’)

Monday, April 23, 2012

PEKERJAAN DAN WAKTU LUANG

Bekerja atau melanjutkan sekolah? yup. Bisa saya Pastikan setelah selesai studi S1 nanti teman-teman sebagian besar ingin bekerja. Hmm, ya ya akhirnya setelah 4 tahun bergelut dengan buku,materi,dosen dan lain-lain yang berhubungan dengan kuliah kita dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari kuliah melalui bekerja. Ohh tapi jangan salah tak semua pekerjaan yang kita inginkan bisa kita dapat,tak semua juga pekerjaan yang ada sesuai dengan gelar S1 kita.nah jika seperti itu, Terkadang memang kita diharuskan untuk ‘terpaksa’ bekerja,mau tidak mau dengan cara menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan. Setidaknya untuk permulaan saja juga tidak apa daripada jadi pengangguran voluntary, sayang juga kan? Hehe..
Keterpaksaan memang menuntut kita untuk menyesuaikan diri dengan terpaksa. Karena pada dasarnya kita tidak suka. Nah, bicara masalah suka atau tidak ini yang akan mempengaruhi kepuasaan bekerja. ( Menurut Howell and dipboye, dalam munandar 2008) kepuasan kerja sebagai keseluruhan dari pengukuran suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari setiap apa yang dikerjakannya. Dari situlah dapat dikatakan kepuasan kerja mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya. Jika hal ini yang terjadi maka motivasi kerja yang turut berperan. Seperti teori keadilan dan teori harapan. Teori keadilan yang dikembangkan oleh adams mengatakan bahwa masukan harus sesuai dengan keluaran, dapat dikatakan juga atas apa yang diupayakan untuk perusahaan dari tenaga kerja. Contoh, jumlah jam kerja,pengalaman,tingkat pendidikan. Dimana hal-hal tersebut harus sesuai dengan imbalan penghasilan/gaji. Di teori harapan yang dikembangkan oleh Vroom yang inti dari isinya yaitu; bahwa upaya tenaga kerja yang mengarah pada prilaku unjuk kerja yang dituju,setelahnya keluaran tertentu akan didapat dari hasil unjuk kerja tadi. Seperti yang sudah saya pelajari di SMA melalui mata pelajaran Ekonomi, Biasanya sebelum bekerja terjadi penawaran dan permintaan oleh perusahaan dan tenaga kerja. Permintaan merupakan bagaimana perusahaan mampu membayar per unit tenaga kerja. Penawaran merupakan kinerja yang akan diberikan atau ditawarkan oleh tenaga kerja di perusahaan dengan pengukuran tinggkat upah. Ya ini memang tergantung keahlian dan tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan dan keahlian semakin tinggi pula mereka akan tawar-menawar upah/gaji ditambah dengan banyaknya perusahaan yang meminta (mencari) tenaga kerja tersebut. Nah, Sesuai bukan dengan bunyi hukum penawaran dan permintaan ekonomi yang sebenarnya :D. Dari faktor inilah yang nantinya muncul perubahan dalam persediaan dan permintaan pekerjaan serta tenaga kerja. Untuk tenaga kerja yang seperti ini juga ialah orang-orang yang memiliki self esteem tinggi. Dimana mereka merasa bahwa orang atau perusahaanlah yang membutuhkan mereka bukan mereka. Ok, katakanlah mereka orang yang beruntung, mengapa? Karena pekerjaan telah menjemput mereka bukan mereka yang menjemput pekerjaan. Namun terkadang, jika rasa bosan mereka pada pekerjaan tersebut tak enggan atau ragu bagi mereka untuk berganti pekerjaan. Bisa mereka mengajukan pengunduran diri/keluar (resine) dari perusahaan tersebut,mengajukan diri untuuk oposisi,dsb. Negatifnya memang ini terlihat merepotkan perusahaan yang telah mempekerjakan mereka karena bisa kita bayangkan jika tenaga kerja tersebut atau yang diminta jarang ada. positifnya adalah mereka (tenaga kerja) merupakan orang yang berani untuk membentuk karir selanjutnya yang mungkin lebih baik bagi dirinya.
Baiklah kita tinggalkan mengenai pekerjaan. Selanjutnya waktu luang.

Waktu luang di pekerjaan adalah waktu untuk melepas penat,bosan,lelah dan terutama agar terhindar dari stress setelah seminggu bekerja. Mengapa saya katakan seminggu? Karena sebagian besar orang memiliki waktu luang di akhir pekan. Hal yang biasa dilakukan paling tidak yaitu jalan-jalan ke luar kota dengan keluarga, dengan tujuan merefreshkan pikiran agar ketika masuk kerja konsentrasi dan semangat meningkat. Waktu luang memang dinantikan oleh para tenaga kerja namun bagi workaholic waktu luang merupakan penghambat pekerjaan bagi mereka. Workaholic adalah orang yang terlalu over dalam bekerja, yang initinya tidak baik dan tidak sehat terhadap diri. Waktu luang memang baiknya digunakan secara positif. Menurut (Hans,2006) para psikolog sependapat bahwa kemampuan mengendalikan diri dalam mengelolakan waktu adalah kunci memperoleh rasa bahagia, percaya diri, kesehatan dan kesejahteraan.
Sekian pembahasan yang dapat saya tulis, jika ada yang kurang dan salah mohon maaf yaa.. terimakasih ^^
SUMBER:
- Munandar, Ashar Sunyoto. (2008). PSIKOLOGI INDUSTRI dan ORGANISASI. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
- Hans, Jen, 2006. Strategi Pengembangan Diri,Jakarta : Personal development Training

Monday, April 2, 2012

Ulasan Sederhana Mengenai Pernikahan dari Dimensi Psikologi Sosial

Proses menuju pernikahan?
bagaimana Pentingnya Mempertahankan Pernikahan?

Menikah merupakan hal yang di idam-idamkan setiap orang. Baik yang masih sendiri maupun sedang berpacaran. Seseorang yang sendiri saja menginginkan menikah, apalagi yang sedang berpacaran. Dengan menikah adanya ikatan secara resmi baik negara maupun agama. Adapun proses yang dijalani sebelum menuju ke jenjang pernikahan. Dari pendekatan,pacaran,sampai pernikahan serta mempertahankannya.
1. Masa pendekatan
Hal ini diawali dari rasa suka, yang kemudian bertumbuh menjadi rasa perhatian, sayang dan cinta tentunya ini tak terlepas dari sebab-sebab ketertarikan bermula. Menurut Bersc heid & reis (dalam Aronson 2007) kedekatan dapat ditentukan dari ketertarikan interpersonal dimana orang-orang yang biasa kita jumpai sangat mungkin menjadi sahabat atau orang yang dicintai. Dalam teori efek kedekatan juga dikatakan bahwa semakin sering berinterkasi dan berjumpa dengan seseorang,semakin besar pula seseorang itu menjadi teman atau orang yang dicintai. Degan melihat teori dari keduanya memang hanya dilakukan dengan mereka yang bertatap muka. Lalu bagaimana dengan mereka yang berjauhan? Ya, jawaban tepat adalah media elektronik. Mereka bisa melakukan komunikasi melalui media transfelence ini, baik dengan SMS,Telepon,BBM-an atau Chating. Biasanya untuk mereka yang berjauhan ini atau orang biasa menyebutnya LDR (Long Distance Relationship) tak memperdulikan jarak. Sejauh apapun mereka yang penting komunikasi berjalan lancar. Mc Kenna juga menyebutkan bahwa ketertarikan yang lebih berkualitas melalui percakapan secara online dibanding dengan tatap muka langsung yang dilihat selalu dari fisiknya. Sedikit cerita dari seorang guru Bahasa Inggris saya sewaktu sekolah, selalu bercerita mengenai pasangannya yang berada di negara tetangga yang memang berprofesi sebagai nahkoda kapal, kenalan yang berawal dari chating ini berakhir dengan pernikahan indah. Untuk menyakinkan lelaki itu telah mentransfer uang sejumlah Rp.50.000.000,00 yang kabarnya ketika itu untuk biaya awal pernikahan, dan benar saja ternyata terlaksana. Berbagaimacam usaha dilakukan pada masa ini agar bisa berlanjut ke tahap selanjutnya. Namun, dimasa ini juga diharapkan berhati-hati dalam arti jangan mudah percaya. Secara teori situasi sosial ada dua, situasi terbuka dan tertutup. Situasi terbuka adalah situasi atau lingkungan yang memang mendukung berkembangnnya hubungan. Situasi tertutup adalah keadaan kondusif untuk orang berinteraksi dengan yang lain. pada intinya yang perlu ada di masa ini adalah teorinya mengenai kesamaan. Kesamaan kepribadian,kesamaan cara berhubungan dengan orang lain,kesamaan hobi & minat. Dan yang terakhir ini merupakan ‘jantung’ di masa pendekatan. Yaitu, sama-sama suka atau kesukaan timbal balik.



2. Masa Pacaran
Masa terindah ke-dua setelah pendekatan. Dimana keberhasilan diperoleh atas segala yang di usahakan pada masa pendekatan tadi. Masa pacaran yang indah memang menjadi kenangan tersendiri bagi pasangan yang sukses melanjutkan jenjang pernikahan. Maka memang diperlukan partisipasi dari dua belah pihak yang seimbang. Dalam teori keseimbangan disebutkan bahwa pikiran pokok seseorang dengan adanya hubungan yang telah dijalaninya dengan baik dibutuhkan kontribusi dari keduanya. Di masa pacaran ini dituntut agar mampu memilih pasangan hidup. Tidak dengan cinta dan kasih sayang saja secara materi juga perlu diperhatikan lahir ataupun bathin. Telah dipaparkan dari teori pendekatan evolusi bahwa lelaki cenderung memilih wanita yang daya tarik fisik lebih menonjol semetara wanita cenderung memilih lelaki yang bersumber daya terutama secara reproduksi.

3. Masa pernikahan
Sampai pada pokok pembahasan pernikahan. Ya, dari masa pacaran tadi pasti ditujukan untuk menikah. . Dalam pernikahan, ketiga komponen cinta (gairah,komitmen,keintiman) diharuskan ada dari ketiganya. Mengapa? Karena dengan adanya ketiga komponen tersebutlah yang disebut cinta sempurna. Tentunya hal ini diinginkan oleh setiap pasangan menikah. Menurut saya, mempertahankan pernikahan bukan perkara mudah. Dari sebelum menikah saja sebaiknya kita sudah mengenali secara dalam tentang bagaimana pasangan kita. Ada yang bertahun-tahun pacaran namun pernikahannya hanya seumur jagung,ada juga yang usia pernikahannya mencapai anggak emas namun mereka memutuskan untuk bercerai. Yah, sangat disayangkan. Dalam teori psikososial erikson mereka yang telah memasuki pernikahan di usia masa dewasa tengah intimacy vs guilt. Dimana mereka harus mampu berhubungan sangat erat dengan pasangan mereka. Jika tidak maka, kesalahanlah yang mereka tanggung. Jika telah memasuki jenjang pernikahan tentunya status dan peran seseorang berubah dan bertambah. Ambilah contoh dari pihak wanita. Statusnya berubah menjadi seorang istri, peran yang dijalankannya pun harus sebagai seorang istri yang pintar melayani suami baik lahir maupun bathin. Tak hanya itu, setiap pasangan suami-istri yang telah menikah ini tentunya menginginkan anak bukan? Ya tentu saja, lagi-lagi wanita (istri) yang harus berperan ganda. Oleh karena itulah, setiap kali pasangan yang ingin menikah selalu dilontarkan pertanyaan ‘sudah siapkah secara lahir,bathin dan mental?’. Sebenarnya pertanyaan ini ditujukan untuk benar-benar dipersiapkan karena pasti akan mengalami hal-hal yang disebutkan diatas.ternyata memang tidak seindah dan semudah dibayangkan menikah serta membangun bahtera rumah tangga yang harmonis. Seringkali rumah tangga diibaratkan seperti kapal yang sedang berlayar. Suami berperan sebagai nahkoda dan istri sebagai awak kapal yang turut membantu nahkoda kelak dibawa kemana kapal yang dikendarainya. Hal ini juga yang memicu berakhirnya pernikahan. Seperti yang diketahui baru-baru ini salah seorang da’i kondang telah bercerai dengan istrinya 7bulan yang lalu dimana pernikahan mereka sudah berjalan kurang lebih 22tahun dengan dikaruniakan tujuh orang anak. Dan pada akhirnya mereka menikah kembali pada pekan lalu, dengan alasan keyakinan cinta yang mengembalikan mereka. Dari sini kita tau bahwa tak semudah dibayangkan mempertahankan pernikahan namun dengan rasa kepercayaan dan hubungan eratlah mampu dipertahankan.




NB:
Teori-Teori yang tertera dikutip dan bersumber dari handout materi kuliah KETERTARIKAN INTERPERSONAL/oleh: MM. Nilam Widyarini (dengan SUMBER: Aronson,E. Wilson. T.D, & Akert, R.M. (2007).Social psychology (6 edition). Singapore: Pearson Prentice Hall.

Sunday, April 1, 2012

Gangguan Penyalahgunaan Narkoba serta Penyembuhannya Secara Psikologis

NARKOBA hemm ya ya ya agak ‘horor’ didengarnya. Membahayakan dan bisa ‘merasuki’ siapa saja. Kenapa saya bilang siapa saja? Karena sekarang gak Cuma anak-anak yang nakal aja pake barang haram ini tapi juga wohooo maaf ya, orang-orang yang berintelek. Yah baru-baru ini juga seperti yang kita ketahui maaf sebelumnya, ada oknum polisi,oknum pilot apalagi,oknum mahasiswa,dsb. Murah,mudah atau tidaknya dipatkan barang ini yang penting mereka merasa tenang dan damai kalau udah pake, katanya bagai di ‘surga dunia’ halahhhh ckck. narkoba juga tidak hanya membahayakan user tapi juga orang lain. wahh ini nih.. masih kan kalian peristiwa ‘tugu tani’? pengendara yang didiagnosis positif menggunakan shabu dan ekstasi ini menabrak 13 orang yang 9 diantaranya meninggal dunia dan lainnya luka-luka. Gak lama setelah itu adalagi nih, oknum pilot yang juga didiagnosis positif menggunakan shabu dan pil koplo. Haduhhhhh pak pak nyawa penumpang kok jadi taruhan piye iki pak??!!. Ironisnya lagi nih, oknum polisi yang menjabat sebagai kapolsek disinyalir menggunakan narkoba jenis shabu. Owalaah bagaimana mau aman wong yang ‘didalam’ aja seperti itu yah. Secara perkembangan usia, tentunya mereka sangat matang, dalam arti untuk menentukan mana yang baik dan buruk. Tapi sekarang itu tak berlaku, karena menurut mereka (user) narkoba telah menjadi life style hmm perubahan buruk ini namanya. Secara teori jika seseorang sudah memasuki ini, maka sulit untuk keluar karena telah berada di ‘lingkaran bisnis’nya. Baru-baru ini, wanita sering di jadikan oknum kurir obat terlarang. Himbauan buat kawan-kawan wanita kalau di tawari pekerjaan mesti hati-hati, ketahui dulu jenis pekerjaannya sampai mengenali tempat, ilegal atau legal. Saat ini memang narkoba tak bicara mengenai matang atau tidaknya usia, melainkan karena beban-beban yang mereka pikul amat berat sehingga mereka butuh ketenangan diri. Heeyyyy ini salah besar, secara spiritual ketenangan adalah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan YME (ibadah). Mari kita bahas yang remaja; Dewasa ini remaja semakin mudah untuk bergaul, mulai dari situs jejaring sosial sampai tempat-tempat hiburan yang mereka kunjungi seperti, mall,tempat karaoke,klub malam (night club),dst. Ditempat-tempat itulah para remaja mengenal bahkan memiliki banyak teman. Suatu hal yang patut untuk para orangtua hindari adalah bergaul dengan ‘salah’teman, dalam arti anak harus bisa selekti f untuk memilih teman apalagi yang baru dikenal. Biasanya para remaja ini (sudah pandai bergaul) bekisaran usia-usia SMP-SMA, dan itulah sasaran empuk para oknum pengedar narkoba yang tidak bertanggungjawab menjajakan ‘dagangannya’. Mulai dari menyebarkan melalui makanan dan minuman sampai dari teman ke teman,oleh karena itu remaja harus berhati-hati memilih atau berteman. Definisi dari narkoba yaitu singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik dengan cara dihisap/diminum, dihirup, atau disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiktif) fisik dan psikologis. Mendengar definisinya saja sudah mengerikan, karena adanya ganguan secara biopsikologis dan psikologis pemakai. Dari sini kita dapat membayangkan bagaimana bahaya dari efek,faktor risiko dan penyalahgunaan dari narkoba sendiri. Semakin beredarnya narkoba secara gelap di kalangan remaja ini pun pemerintah dan BNN (badan narkotika nasional) tidak tinggal diam, selain menindak tegas oknum-oknum yang terlibat, lembaga ini juga menyediakan panti rehabilitasi untuk para pemakai agar sembuh dari ketergantungan narkoba. Persoalan yang tak mudah memang ketika narkoba merajalela di kalangan remaja, yang mengingat penyebarannya semakin meluas, selain di sekolah juga di tempat-tempat hiburan yang sering di kunjungi remaja terutama malam hari,seperti club malam(night club), yang juga kita ketahui, clubing (sebutan remaja dengan kegiatan malam tersebut) telah menjadi gaya hidup (life style) remaja mulai dari yang masih sekolah sampai eksekutif muda. Tentunya sangat disayangkan bila itu terjadi, karena Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa remaja ini akan membentuk perkembangan diri dari orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan life style, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja. Secara teori psikologi perkembangan, remaja memang cenderung ber-paradigma specialless and invlnerability dimana san remaja merasa memiliki keistimewaan,berbeda dengan yang lain makanya mereka melakukan kenakalan-kenakalan yang ada. misalnya;”ah tenang aja kalaupun saya nge-drugs pasti bisa saya kendalikan, mereka yang ketergantungan karena tidak bisa mengendalikan saja”. Namun, yang lebih bahaya lagi bila penggunaan narkoba, para remaja ini tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja lain. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa. Hemm.. ayolah kawan gak untungnya nge-drugs, rugi di diri sendiri maupun orang lain.
Alasan mengapa orang menyalahgunakan narkoba? Awalnya mereka memang tidak tok begitu saja menggunakan, mula-mula dari rokok,minuman ber-alkohol. Minuman ber-alkohol sendiri ber-efek hangover (ada yang tau hangover apa? Nge-fly coyyy alias mabuk, hehe). Dari situ saja tentunya sudah diketahui efek dan bahayanya, yup. Merusak bagian organ-organ tubuh tertentu. Namun, para pengguna ini menambahkan obat-obatan terlarang ini kedalamnya seperti, pil ekstasi,ganja,heroin. Sehingga menjadikan stimulasi tubuh memiliki dampak aktif pada sistem saraf. (WARNING: BUKAN UNTUK DICONTOH). Secara umum, para pengguna melakukan ini hanya ikut-ikutan meski itu alasan klasik tapi nyata. Lebih klasiknya lagi agar membantu menenagkan pikiran. Teorinya di psikologi abnormal dituturkan bahwa alkoholisme dan substance abuse merupakan bentuk prilaku maladaptif, seperti yang disebutkan diatas dari efek-efek obat-obatan tadi.
Kalau sudah seperti ini apakah bisa pulih kembali? Wohooo.. tenang InsyaAllah bisa. Ada beberapa trattment atau penyembuhan-penyembuhan yang dapat di lakukan. Diantaranya;
-terapi biologis, menggunakan zat untuk rasa ketagihan terhadap obat-obatan tertentu, efek penghentiannya akan terasa kurang lebih tiga hari. Alangkah baiknya lagi jika terapi atau treatment ini dibarengi dengan treatment kognitif prilaku dll.
- Terapi nonmedis, disini dapat digunakan metode psikoterapi. Penyembuhan semacam ini biasanya dilakukan dengan rawat jalan. Karena psikoterapis menggunakan program 12 langkah yang tentunya klien sendiri mendapat dukungan penuh dari lingkungan maupun psikoterapisnya sendiri, untuk meyakinkan dan memotivasi bahwa klien bisa sembuh maksimal atau tetap berada dalam terapi (perawatan penyembuhan)
- Hypnoterapi, diketahui dapat menyembuhkan ketergantungan obat. Namun, ini tidak semudah terapi sebelumnya. Menyesuaikan kondisi, hypnoterapis diharuskan mengenali klien agar timbul keterpercayaan dan keterikatan. Tentunya ini semakin memudahkan saat tahap hypnoterapi sendiri. Di hypnoterapi ini juga diharapkan klien sudah ada kemauan untuk sembuh dari diri sendiri.



Sekian penuturan mengenai keterkaitan penyelahgunaan narkoba secara psikologis, maaf jika ada yang salah dan kurang karena saya masih dalam tahap belajar. Terimakasih







Sumber info:
- Raharjo,Budi.S. S.(2010). Dalam Sinar BNN.
Jakarta : PT alberta media.
- Halgin P. R,Whitbourne S. K.(2011) .
Psikologi abnormal.edisi 6.jakarta : salemba humanika.
- Dan sumber berita yang beredar

Wednesday, March 28, 2012

BBM oh BBM

Blackberrry messanger? Oh bukan, yup. BBM disini Bahan Bakar minyak yang namanya sedang ‘melejit’ ini yang kabarnya awal april 2012 nanti akan dinaikan Rp.1.500,00./liter nya. Menimbulkan pro-kontra, hal yang ‘gampang-gampang susah’ ini memang menyangkut hajat orang banyak. Mengingat juga tingkat kemiskinan di Indonesia tak kunjung turun. Jika dimata pemerintah alasan tersebutlah BBM dinaikan karena itu akan disubsidikan. Namun seperti biasa, masyarakat tak percaya begitu saja disubsidikan untuk yang ‘dibawah’ atau disubsidikan ke ‘kantong-kantong’ yang semakin tebal? Humm.. Yak. Tidak ada yang tau hal ini. Yang jelas kenaikan BBM ini malah menimbulkan petaka dimana-mana. Aksi demonstrasi yang kemarin dilakukan massa serentak di 33 provinsi kemarin berujung bentrok sekaligus jatuh korban. Di wilayah Gambir,Jakarta saja sekitar 30 aparat keamanan serta mahasiswa luka parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Terpikir kah di benak anda hanya karena perkara ‘RP.1.500,00’ ini berujung kerugian yang sangat banyak,menjatuhkan korban,bentrokan massa-polisi dihujani gas air mata & bom molotov yang tentunya meresahkan warga, jalan-jalan utama di Jakarta ditutup karena aksi demonstrasi, ditambah lagi sore kemarin wilayah jabodetabek di guyur hujan serta angin kencang. Terbayang sudah bagaimana keadaan saat itu, tak ada aksi-demo saja Jakarta macet apalagi seperti itu. Dari yang saya ketahui setiap ada kenaikan BBM hasilnya memang disubsidikan untuk masyarakat bawah, bisa melalui tambahan untuk BLT atau BLS. Saya juga sempat mendiskusikan ini dengan teman-teman yang pro berpendapat . “kalau emang ini untuk masyarakat bawah dan hasilnya jelas dialirkan kemana, setuju lah karena kan untuk kebaikan masyarakat juga, lagian juga Cuma jadi Rp.6000,00 aja repot banget di papua aja yg satu liter bensinnya Rp.12.000,00 santai2 aja, BBM-an ratusan ribu bisa masa yang ini aja pake bikin2 perkara alah gimana mw maju indonesia”. Yak itu pendapat dari kami mahasiswa psikologi yang dasarnya kami kaitkan dengan psikologi sosial ya sepertinya ini salah satu patologis masyarakat Indonesia. Dari salah satu parpol di pihak kontra berpendapat bahwa “kenaikan BBM ini malah menambah beban APBN dan kalau seperti ini rakyat jadi korban”. Dengan menuainya pro dan kotra ini mau tidak mau BBM harus dinaikan mengingat juga karena persediaan minyak bumi semakin terbatas. ketua BUMN telah menuturkan bahwa “BBM harus segera dinaikan jika tidak maka sekitar tahun 2016 akan habis”. Tapiiiii namanya juga masyarakat ‘cerdik’ yah sebelum pemerintah mempublikasikan bahwa BBM akan dinaikan mereka sudah terlebih dahulu menimbunnya untuk diseludupkan juga ke daerah lain, ow ow ini tak patut dicontoh ya saudara sekalian. Dibeberapa daerah aparat kepolisian yang memeriksa muatan truk telah menangkap tangan truk yang membawa hasil timbunan ribuan ton BBM yang ditutupi karung berisi gabah agar polisi tak mengira itu timbunan BBM. Dari segi ekonomi memang ini memberatkan rakyat, akibat kenaikan BBM tentunya harga sembako dan ongkos transportasi umum menjadi naik namun dengan itu tentunya pemerintah tak lepas tanggung jawab melainkan tetap menyiapkan bantuan langsung sementara,bantuan langsung tunai dan lainnya. Keputusan yang terbaik memang ada dipemerintah asalkan benar-benar memihak rakyat. Sebagai warga negara yang baik, naik atau tidaknya BBM hanya pintar-pintar kita saja untuk mengikuti kebijakan. Selama rakyat Indonesia sejahtera dan tingkat garis kemiskinan menurun tentunya hal inilah yang menjadi tujuan utama. Saya menambahkan sedikit untuk teman-teman mahasiswa yang memang kontra dengan hal ini (dari hati), ber-demonstrasi aksi lah yang tertib, tidak bentrok,tidak menimbulkan perpecahan,tidak merusak sarana prasarana kota yang ada sehingga tidak meresahkan warga. Karena kita mahasiswa yang terpelajar sekaligus generasi penerus bangsa maka saya yakin kalau kita bisa lebih cerdas d alam menyampaikan aspirasi rakyat.
Hidup Mahasiswa,
Hidup Rakyat Indonesia,




NB: Informasi yang tertera didapatkan dari berbagai sumber berita

Wednesday, March 21, 2012

Tugas dan Tulisan I Kesehatan Mental

SEHAT, mendengar kata itu tentu semua orang menginginkannya, Baik yang sedang sakit ataupun yang memang dalam keadaan baik-baik saja. Secara medis, sehat berarti tidak sakit (fisik),mampu untuk melakukan aktifitas dengan baik,dan bugar. Secara psikologis, sehat berarti tidak sakit (secara mental). Dimaksudkan lagi, sehat dalam pikiran dan mental, pola pikir, tingkahlaku, rohaniah, bersosialisasi dan spiritual. Menurut Jen hans(2006), diri dan pribadi yang sehat adalah diri yang ingin sukses dan mengembangkan baik untuk kesuksesan fisik,intelektual,emosi,sosial,finansial dan spiritual. Yup, sehat fisik dan psikologis atau orang biasa katakan sehat lahir dan bathin merupakan keseimbangan dari ‘hidup sehat’. Tidak akan berarti apa-apa jika sehat secara fisik namun psikologis tidak, begitupun sebaliknya. Dewasa ini, beberapa orang memang sehat secara fisik namun tidak pada psikologisnya. Seperti yang dialami oleh anak angkat wakil bupati yang juga mantan aktor ini (RK), yang berinisial R. Sang ayah angkat terkejut mendengar anaknya terlibat narkoba, yang diberitakan saat ini sedang ditahan di kepolisian bandara bersama seorang teman wanitanya . Saat kecil R memang diketahui mengidap bipolar yang mengharuskan dirinya mengkonsumsi obat penenang. Beberapa psikolog berpendapat bahwa R mengidap bipolar sejak kecil diduga karena tekanan secara mental, dimana R kerap menjadi bahan ejekan teman-temannya karena R bukan anak kandung dari RK melainkan anak angkat. Hal ini juga yang menjadikan R seorang yang intovert. Bipolar merupakan salah satu gangguan mood dimana keadaan seseorang yang tenang namun secara tiba-tiba berprilaku dan berpikir diluar kendali. Ini hanya salah satu dari sekian banyak contoh kasus yang ada. Sehat secara fisik tak berarti mulu sehat secara psikologis. Konsep sehat sendiri adalah konsep yang disadari oleh diri manusia berbagai usaha yang dilakukan untuk tetap sehat. Tentunya ini berhubungan dengan apa yang ada di alam dan hal yang dilakukan telah menjadi kebiasaan kita, seperti secara fisik tubuh ini butuh energi, mengatur emosi disaat-saat tertentu, intelektual yang harus selalu ditingkatkan, menjalankan kegiatan rohaniah agar hati terasa damai, sosialisasi untuk mengenal banyak orang serta spiritual dimana kita sebagai individu diwajibkan untuk bisa mendekatkan diri dengan Tuhan. Untuk lebih jelasnya, berikut dimensi-dimensi dari sehat;
Sehat jasmani/fisik
Disini manusia harus lebih bisa untuk memperhatikan diri sendiri untuk kesehatannya. Mulai dari pola makan,olah raga,pola dan jam tidur yang cukup, serta kegiatan lain yang sekiranya imbang dengan kemampuan fisik.
Sehat mental
Sebenarnya orang belum begitu memperhatikan kesehatan mental mereka,bagaimana keadaan mental, stabilkah atau sedang tidak stabil. Bagi awam jika fisik baik-baik saja maka tak ada masalah dengan mental, padahal tidak seperti itu. Ok, untuk mudahnya begini saja, jika kita dalam keadaan tidak stres,tenang,positif thinking selalu, terhindar dari ketidakbahagiaan,dsb. maka artinya mental kita dalam keadaan ‘baik/sehat’
Sehat sosial
Ya, tentu saja orang yang sehat pasti bisa bergaul dengan baik, bersosialisasi,mencari dan punya banyak teman merupakan hal yang dijalani orang-orang pada umumnya.
Sehat spiritual
Sebagai individu yang normal tentunya kita ingin selalu untuk bisa dekat dan mendekatkan diri dengan Tuhan, agar apa yang kita jalani dan kerjakan didunia ini imbang dengan kegiatan di akhirat nanti.



1. Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental?

Kesehatan mental. Apa yang terlintas dipikiran anda jika mendengar kalimat itu? Hemm, yak agak berat memang terdengarnya. Jangankan Kehatan mental terkadang kesehatan jasmani saja sering terabaikan tanpa kita sadari. Adanya kesehatan mental tentunya karena dahulu sudah ada atau bahkan banyak yang mengalami gangguan mental. Lalu bagaimana sejarahnya? Terdapat perkembangan darimana saja kesehatan mental itu? Berikut penjelasannya;
A. Gangguan Mental Tidak Dianggap Sebagai Sakit
- Tahun 1600 dan sebelumnya
Dahulu masyarakat menganggap kalau orang yang mengalami gangguan mental itu karena mereka tengah dirasuki roh-roh yang ada disekitar. Karena itulah mereka tidak dianggap sehingga mereka tidak diasingkan dan masih mendapat tempat dimasyarakat.
- Tahun 1692
Akibat dari sebuah pengaruh para imigran Eropa yang beragama nasrani, menganggap bahwa di Amerika orang yang bergangguan mental karena terkena sihir/guna-guna atau dirasuki setan. Secara umum kabar ini diterima oleh masyarakat sehingga bagi mereka yang dianggap memiliki sihir dibenci oleh sekitar. Bahkan pengadilan pernah memvonis 19 orang untuk digantung karena dianggap memiliki kekuatan sihir.

B. Gangguan Mental Dianggap Sebagai Sakit


- Tahun 1724
Pendeta cotton mather (1663-1728) berpendapat bahwa takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa disusul juga ada kemajuan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa tersendiri. Disini benih-benih pendekatan secara medis mulai dikenalkan, dimana berperan sebagai pemberi penjelasan masalah kejiwaan/akibat gangguan yang terjadi ditubuh.
- Tahun 1812
Medical inquiries and observations upon disease of the mind merupakan buku teks psikiatri Amerika pertama yang publikasikan oleh Benjamin Rush (1745-1813) yang menjadi salah satu pengacara mula-mula yang menangani masalah dengan secara manusiawi untuk penyakit mental.
- Tahun 1843
Terdapat kurang lebih 24 rumah sakit, namun yang ada hanya 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di Amerika Serikat.
- Tahun 1908
Manik depresif yang diderita oleh Clifford beers (1876-1943) pada tahun 1900. Beliau merupakan lulusan yale dan seorang bisnisman, yang kemudian mengalami gangguan setelah sakit. Beers dimasukan ke rumah sakit mental swasta di Connectticut setelah mencoba bunuh diri. Lepas dari itu beers kemudian mendirikan masyarakat connecticcut untuk mental hiegine yang kemudian berikutnya berubah menjadi Komite Nasional untuk mental hiegiene yang merupakan pendahulu asosiasi kesehatan mental nasional sampai sekarang ini.
- Tahun 1909
Sigmund freud mendatangi amerika dan mengajar psikoanalisa di Clark University,worcester,massachutetts.
- Tahun 1910
Emil kreaplin pertama kali menggambarkan penyakit alzheimer. Beliau juga yang mengembangkan alat tes yang mampu untuk mendeteksi adanya gangguan epilepsi.
- Tahun 1918
Di amerika asosiasi psikoanalisa telah membuat aturan bahwa hanya orang yang telah lulus dari sekolah kedokteran dan menjalankan praktek psikiatri yang dapat menjadi calon untuk pelatihan psikoanlisa.
- Tahun 1920
Harry stack sullivan yang mengawasi pasien skizofrenia di rumah sakit sheppard-pratt hospital menunjukan pengaruh lingkungan terapeutik ketika para pasien dapat dikembalikan ke masyarakat.
- Tahun 1930
Psikiatri mulai menginjeksikan insulin yang menyebabkan shock dan koma sementara sebagai suatu treatment untuk penderita skizofrenia.
- Tahun 1936
Agas moniz mempublikasikan suatu laporan mengenai lobotomi frontal manusia yang pertama.
- Tahun 1940
Pada tahun ini sampai 1950an dimulainya perawatan penyakit mental di inggris.
- Tahun 1947
Fountain house di new york city memulai rehabilitasi psikiatrik untuk orang yang mengalami sakit mental.
- Tahun 1950
Terdapatnya lembaga NAMH (national association of mental health). Lembaga baru ini melanjutkan misi beers dengan lebih jelas. NAMH melanjutkan mendidik publik amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.
- Tahun 1952
Adanya chlorpromazine yaitu obat antipsikopatik konvensional pertama diperkenalkan untuk menangani pasien skizofrenia dan gangguan mental yang terkait.
- Tahun 1960-an
Pada masa ini segala hal yang tabu terkait dengan gangguan mental mulai dibuka dan didiskusikan secara umum.

C. Gangguan Mental Dianggap Sebagai Bukan Sakit
- Tahun 1961
Thomas szacz yang mengemukakan dasar teori bahwa “sakit mental” sebenarnya tidaklah benar-benar sakit, akan tetapi tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus beraksi terhadap lingkungan.
- Tahun 1962
Ada sekitar 422.000 orang yang tinggal dirumah sakit untuk perawatan psikiatris di Amerika Serikat.
- Tahun 1997
Ditahun ini para peneliti mengemukakan hasil penelitian mereka bahwa kaitan genetik pada gangguan bipolar menunjukan bahwa penyakit ini diturunkan.


A. mengenai perkembangan kepribadian seseorang menurut teori Erik H Erikson;

1. Basic Trust vs Mistrust (infancy 0-1tahun)
Ini merupakan tahap dimana bayi mengenal lingkungan sekitar. Mempercayai vs tidak percaya ini terlihat kecenderungan bahwa prilaku bayi dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Seperti halnya yang biasa kita lihat jika bayi dipangku oleh orang yang selain ibu maka ia menangis, itu karena masa adaptasi si bayi dengan lingkungan. Tentunya yang berperan penting di tahap ini adalah orangtua.
2. Autonomy vs Shame and Doubt (early childhood 1-3tahun)
Ditahap ini secara motorik anak sudah mulai bisa merangkak,duduk,berdiri,jalan termasuk menggenggam botol susu dengan baik tanpa di bantu orangtuanya. Diiringi dengan perkembangan motorik anak diajarkan untuk mampu melakukan hal itu dengan sendirinya tanpa bantuan, seperti jika anak berjalan biasanya dia menggandeng tangan orang yang mendampinginya, bisa juga dengan diiringi perintah ‘ayoo adek maju,jalan terus’ dan ketika menghampiri biasanya dia langsung memeluk sebagai tanda bahwa dia telah berhasil. Namun ada juga anak yang malu-malu dan ragu, ketika diajarkan jalan, jika yang tadinya kita gandeng lalu dilepas biasanya menangis, ini menunjukan bahwa anak tersebut belum yakin dengan kemampuan motoriknya.
3. Initiative vs Guilt (preshool age 4-5tahun)
Ini merupakan masa dimana anak mengembangkan kecakapan atau keahlian yang dia miliki. Dengan diambang keterbatasan akalnya anak juga terkadang melakukan kesalahan, hal ini ini pun dapat membuat anak merasa jadi bersalah dan mengalami beberapa hambatan sehingga dia suatu saat dia tidak lagi mengembangkan kecakapannya. Di tahap ini keinginan dan kemampuan anak untuk belajar sangat besar dan sudah merasa memiliki tujuan. Peran orangtua dan lingkungan sekitar yang mendukung anak melalui tahap ini. Salah satu hal yang mereka lakukan biasanya bernyanyi, awal dengan pengucapan lirik yang salah, nada yang kurang tepat sering kali menjadi tolak ukur orang yang mendengarnya (orangtua,kakak). Jika anak melakukan hal berikut maka dalam mengomentari harus hati-hati, bahkan diharuskan memberi pujian agar anak yakin secara perlahan bahwa dengan apa yang dia kerjakan atas kemampuan dirinya tanpa banyak melakukan kesalahan.

4. Industry vs Inferiority (schoolage 6-11tahun)
Sebagai kelanjutan dari tahap sebelumnya, anak mulai aktif dengan mempelajari lingkungan sekitar, motivasi untuk belajar terhadap lingkungannya sangat besar. Namun dengan adanya keterbatasan yang juga dia miliki itulah yang membaut dirinya merasa sukar untuk belajar, dari hambatan hingga kegagalan yang terkadang merasa rendah diri. Sebenarnya di tahap ini merupakan proses dimana daya juang anak dalam belajar, merasakan bagaimana rasanya berhasil dengan apa yang dilakukannya adalah hasil yang didapat sebagai tolak ukur untuk menyelesaikan atau melewati tuntutan selanjutnya. Orangtua serta guru yang berperan penting disini, karena dengan adanya mereka anak merasa mendapatkan kebutuhan yang diperlukannya.

5. Identity vs identity confusion (adolence 12-20tahun)
Di tahap kelima perkembangan ini terlihat dimana remaja mencoba mengembangkan pemahaman diri yang koheren, termasuk peran yang akan dijalaninya di lingkungan luar. (menurut Erikson dalam Papalia, 2009) remaja membentuk identitas mereka dengan menggabungkan identifikasi sebelumnya menjadi “struktur psikologis baru, lebih besar dari bagian jumlah yang membentuknya”. Identitas yang terbentuk saat remaja menyelesaikan tiga persoalan besar, yakni: pilihan pekerjaan, pemilihan nilai-nilai untuk diterapkan dalam hidup, dan identitas perkembangan seksual yang memuaskan. (papalia, 2009) “krisis identitas” jarang terselesaikan secara penuh dimasa remaja, isu-isu yang berkaitan dengan identitas akan muncul kembali berulang kali sepanjang masa kehidupan dewasa. Pencarian jati diri serta menghindari peran ganda adalah tugas utama ditahap ini, Guncangan secara emosi dan mental yang merupakan tolak ukur dan tentunya membuat remaja labil dalam berbuat.
Eksternal yang berperan penting ditahap ini, karena remaja cenderung lebih peka dengan teman-temannya dibanding orangtua.

6. Intimacy vs Isolation (young adulthood 21-40tahun)
Masa dewasa awal yang dituntut untuk saling berkomitmen atau menghadapi rasa pengasingan diri dan keterpakuan dalam diri sendiri (Erikson, dalam Papalia 2009 hal. 169). Membina hubungan secara lebih luas dan mendalam dalam tahap ini membuat dewasa awal belajar bagaimana memiliki ikatan yang kuat dan berkomitmen, Menyatukan hubungan yang tadinya renggang atau lebih mengakrabkan lagi. Ini merupakan masa transisi yang berat, tidak hanya dewasa awal yang melakukan trasisi namun para orangtua mereka juga mengalami transisi dimana untuk bisa melepas anak-anak mereka menikah.

7. Generativity vs stagnation (middle adulthood 41-65tahun)
Dewasa yang matang ada ditahapan ini, dimana keperdulian dalam membangun,membimbing, serta mengajak generasi berikutnya untuk mengikuti jejak dirinya. Jika dalam tahap ini tidak mampu dilaksanakan biasanya mengalami rasa ketersendatan atau ketiadaan hidup. Krisis paruhbaya sering juga disebutkan ditahap ini, dalam perkembangan kepribadian serta gaya hidup yang menjadikan mereka “puber kedua” ketika bberada diusia 40an. Berkaitan dengan tahapan sebelumnya ketika mereka diharuskan melepaskan anak-anak pergi (menikah) atau disebut juga tahap ‘emptynest’ yang dengan artinya tanggung jawab orangtua telah usai. Ditahap ini juga merupakan titik puncak dari kurva pernikahan yang berbentuk U.

8. Ego Integrity vs Despair (Senscence +65 tahun)

Sampailah pada masa akhir kehidupan, setelah merasakan ‘emptynest’ tadi tentunya ditahap ini telah bertambah peran sebagai nenek/kakek. Ditahap ini memang selalu didekatkan dengan kematian. Yak, menghadapi kematian orang yang dicintai memnag cukup sulit dalam keadaan normal, terbukti dari mengalami breavement (kehilangan) karena proses menyesuaikan terhadap kehilangan tersebut.


B. Selanjutnya mengenai perkembangan kepribadian Sigmund Freud (psikoseksual)

1. Masa Oral (0-18bulan)
Dimasa ini tugas perkembangan dari anak adalah menghisap. Pusat kenikmatan pada bayi terletak dimulutnya, seperti menyusui, baik dari ASI maupun botol susu. Disini peran ibu sangat penting karena merupakan objek terdekat anak.
2. Masa Anal (1-3tahun)
Ini tahapan dimana anak diajarkan sudah mampu untuk tau bagaimana bertanggung jawab,serta berlaku disiplin atas suatu hal yang dilakukan secara tertentu. Pusat kenikmatannya bersumber pada anus, disini anak menerapkan kedisiplinannya melalui toilet training.
3. Masa Falik (3-5tahun)
Anak sudah mulai menimbulkan rasa kedekatan pada orangtua lawan jenis, seperti anak perempuan mengalami keterdekatan pada ayahnya (elektra kompleks), pada anak lali-laki dengan ibu (oudipus kompleks), oleh karena itu orangtua diharapkan untuk berhati-hati pada prilaku mereka, sadar atau tidak anak sering memperhatikannya sebagai model. Pusat kepuasan terletak pada daerah kelamin.
4. Masa Laten (5-12)
Konflik yang terjadi pada masa ini adalah sosialisasi. Dimana anak lebih senang bergaul dengan teman-teman sejenis, selain merasa nyaman mereka juga meresa terlindungi. Fase laten sering disebut masa ‘homoseksual alamiah’, ini terjadi atas perkembangan motorik dan kognitif anak.
5. Masa Genital (+12tahun)
Pubertas yang ditandai dengan sudah masaknya alat-alat reproduksi yang pusat kepuasannya terletak pada daerah kelamin. Masa-masa ‘keterdekatan’ kedua setelah orangtua ini membuat individu merasa berepngaruh kuat untuk masa depan.


C. Apa itu kepribadian sehat?
Kepribadian sehat terlihat dari keberhasilan individu melalui tugas-tugas dari masa perkembangan yang ada. Karena pada dasarnya orang yang berkepribadian sehat itu ada dalam kurva normal secara statistik dalam arti juga hidup sebagimana manusia secara mayoritas. Tidak dipojokan pada hal bahwa kita harus sama dengan yang lain melainkan kita harus mengoptimalkan self efficacy. Jadi, kepribadian sehat tak melulu dengan fisik sempurna,dsb. Namun untuk menjadi sesuai dengan kompetensi yang kita miliki dan terus mengembangkannya.
















DAFTAR PUSTAKA
- Schultz, Duane, 1991. Psikologi Pertumbuhan Model-Model Kepribadian Sehat, Yogyakarta : Kanisius
- Prabowo, Hendro,dkk.1996. Psikologi Umum I, Jakarta : Universitas Gunadarma
- Prabowo, Hendro, dkk.1998. Psikologi Umum II, Jakarta : Universitas Gunadarma
- Siswanto, 2007. Kesehatan Mental, Yogyakarta : Andi Yogyakarta
- Hans, Jen, 2006. Strategi Pengembangan Diri,Jakarta : Personal development Training
- Papalia,olds,dkk. 2009. Human Development,Jakarta : Salemba Humanika
- Halgin, Whitbourne. 2011. Psikologi Abnormal, Jakarta : Salemba Humanika

TUGAS I Kesehatan Mental

1. Jelaskan apa itu konsep sehat beserta dimensinya?
SEHAT, mendengar kata itu tentu semua orang menginginkannya, Baik yang sedang sakit ataupun yang memang dalam keadaan baik-baik saja. Secara medis, sehat berarti tidak sakit (fisik),mampu untuk melakukan aktifitas dengan baik,dan bugar. Secara psikologis, sehat berarti tidak sakit (secara mental). Dimaksudkan lagi, sehat dalam pikiran dan mental, pola pikir, tingkahlaku, rohaniah, bersosialisasi dan spiritual. Menurut Jen hans(2006), diri dan pribadi yang sehat adalah diri yang ingin sukses dan mengembangkan baik untuk kesuksesan fisik,intelektual,emosi,sosial,finansial dan spiritual. Yup, sehat fisik dan psikologis atau orang biasa katakan sehat lahir dan bathin merupakan keseimbangan dari ‘hidup sehat’. Tidak akan berarti apa-apa jika sehat secara fisik namun psikologis tidak, begitupun sebaliknya. Dewasa ini, beberapa orang memang sehat secara fisik namun tidak pada psikologisnya. Seperti yang dialami oleh anak angkat wakil bupati yang juga mantan aktor ini (RK), yang berinisial R. Sang ayah angkat terkejut mendengar anaknya terlibat narkoba, yang diberitakan saat ini sedang ditahan di kepolisian bandara bersama seorang teman wanitanya . Saat kecil R memang diketahui mengidap bipolar yang mengharuskan dirinya mengkonsumsi obat penenang. Beberapa psikolog berpendapat bahwa R mengidap bipolar sejak kecil diduga karena tekanan secara mental, dimana R kerap menjadi bahan ejekan teman-temannya karena R bukan anak kandung dari RK melainkan anak angkat. Hal ini juga yang menjadikan R seorang yang intovert. Bipolar merupakan salah satu gangguan mood dimana keadaan seseorang yang tenang namun secara tiba-tiba berprilaku dan berpikir diluar kendali. Ini hanya salah satu dari sekian banyak contoh kasus yang ada. Sehat secara fisik tak berarti mulu sehat secara psikologis. Konsep sehat sendiri adalah konsep yang disadari oleh diri manusia berbagai usaha yang dilakukan untuk tetap sehat. Tentunya ini berhubungan dengan apa yang ada di alam dan hal yang dilakukan telah menjadi kebiasaan kita, seperti secara fisik tubuh ini butuh energi, mengatur emosi disaat-saat tertentu, intelektual yang harus selalu ditingkatkan, menjalankan kegiatan rohaniah agar hati terasa damai, sosialisasi untuk mengenal banyak orang serta spiritual dimana kita sebagai individu diwajibkan untuk bisa mendekatkan diri dengan Tuhan. Untuk lebih jelasnya, berikut dimensi-dimensi dari sehat;
Sehat jasmani/fisik
Disini manusia harus lebih bisa untuk memperhatikan diri sendiri untuk kesehatannya. Mulai dari pola makan,olah raga,pola dan jam tidur yang cukup, serta kegiatan lain yang sekiranya imbang dengan kemampuan fisik.
Sehat mental
Sebenarnya orang belum begitu memperhatikan kesehatan mental mereka,bagaimana keadaan mental, stabilkah atau sedang tidak stabil. Bagi awam jika fisik baik-baik saja maka tak ada masalah dengan mental, padahal tidak seperti itu. Ok, untuk mudahnya begini saja, jika kita dalam keadaan tidak stres,tenang,positif thinking selalu, terhindar dari ketidakbahagiaan,dsb. maka artinya mental kita dalam keadaan ‘baik/sehat’
Sehat sosial
Ya, tentu saja orang yang sehat pasti bisa bergaul dengan baik, bersosialisasi,mencari dan punya banyak teman merupakan hal yang dijalani orang-orang pada umumnya.
Sehat spiritual
Sebagai individu yang normal tentunya kita ingin selalu untuk bisa dekat dan mendekatkan diri dengan Tuhan, agar apa yang kita jalani dan kerjakan didunia ini imbang dengan kegiatan di akhirat nanti.



2. Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental?

Kesehatan mental. Apa yang terlintas dipikiran anda jika mendengar kalimat itu? Hemm, yak agak berat memang terdengarnya. Jangankan Kehatan mental terkadang kesehatan jasmani saja sering terabaikan tanpa kita sadari. Adanya kesehatan mental tentunya karena dahulu sudah ada atau bahkan banyak yang mengalami gangguan mental. Lalu bagaimana sejarahnya? Terdapat perkembangan darimana saja kesehatan mental itu? Berikut penjelasannya;
A. Gangguan Mental Tidak Dianggap Sebagai Sakit
- Tahun 1600 dan sebelumnya
Dahulu masyarakat menganggap kalau orang yang mengalami gangguan mental itu karena mereka tengah dirasuki roh-roh yang ada disekitar. Karena itulah mereka tidak dianggap sehingga mereka tidak diasingkan dan masih mendapat tempat dimasyarakat.
- Tahun 1692
Akibat dari sebuah pengaruh para imigran Eropa yang beragama nasrani, menganggap bahwa di Amerika orang yang bergangguan mental karena terkena sihir/guna-guna atau dirasuki setan. Secara umum kabar ini diterima oleh masyarakat sehingga bagi mereka yang dianggap memiliki sihir dibenci oleh sekitar. Bahkan pengadilan pernah memvonis 19 orang untuk digantung karena dianggap memiliki kekuatan sihir.

B. Gangguan Mental Dianggap Sebagai Sakit


- Tahun 1724
Pendeta cotton mather (1663-1728) berpendapat bahwa takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa disusul juga ada kemajuan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa tersendiri. Disini benih-benih pendekatan secara medis mulai dikenalkan, dimana berperan sebagai pemberi penjelasan masalah kejiwaan/akibat gangguan yang terjadi ditubuh.
- Tahun 1812
Medical inquiries and observations upon disease of the mind merupakan buku teks psikiatri Amerika pertama yang publikasikan oleh Benjamin Rush (1745-1813) yang menjadi salah satu pengacara mula-mula yang menangani masalah dengan secara manusiawi untuk penyakit mental.
- Tahun 1843
Terdapat kurang lebih 24 rumah sakit, namun yang ada hanya 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di Amerika Serikat.
- Tahun 1908
Manik depresif yang diderita oleh Clifford beers (1876-1943) pada tahun 1900. Beliau merupakan lulusan yale dan seorang bisnisman, yang kemudian mengalami gangguan setelah sakit. Beers dimasukan ke rumah sakit mental swasta di Connectticut setelah mencoba bunuh diri. Lepas dari itu beers kemudian mendirikan masyarakat connecticcut untuk mental hiegine yang kemudian berikutnya berubah menjadi Komite Nasional untuk mental hiegiene yang merupakan pendahulu asosiasi kesehatan mental nasional sampai sekarang ini.
- Tahun 1909
Sigmund freud mendatangi amerika dan mengajar psikoanalisa di Clark University,worcester,massachutetts.
- Tahun 1910
Emil kreaplin pertama kali menggambarkan penyakit alzheimer. Beliau juga yang mengembangkan alat tes yang mampu untuk mendeteksi adanya gangguan epilepsi.
- Tahun 1918
Di amerika asosiasi psikoanalisa telah membuat aturan bahwa hanya orang yang telah lulus dari sekolah kedokteran dan menjalankan praktek psikiatri yang dapat menjadi calon untuk pelatihan psikoanlisa.
- Tahun 1920
Harry stack sullivan yang mengawasi pasien skizofrenia di rumah sakit sheppard-pratt hospital menunjukan pengaruh lingkungan terapeutik ketika para pasien dapat dikembalikan ke masyarakat.
- Tahun 1930
Psikiatri mulai menginjeksikan insulin yang menyebabkan shock dan koma sementara sebagai suatu treatment untuk penderita skizofrenia.
- Tahun 1936
Agas moniz mempublikasikan suatu laporan mengenai lobotomi frontal manusia yang pertama.
- Tahun 1940
Pada tahun ini sampai 1950an dimulainya perawatan penyakit mental di inggris.
- Tahun 1947
Fountain house di new york city memulai rehabilitasi psikiatrik untuk orang yang mengalami sakit mental.
- Tahun 1950
Terdapatnya lembaga NAMH (national association of mental health). Lembaga baru ini melanjutkan misi beers dengan lebih jelas. NAMH melanjutkan mendidik publik amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.
- Tahun 1952
Adanya chlorpromazine yaitu obat antipsikopatik konvensional pertama diperkenalkan untuk menangani pasien skizofrenia dan gangguan mental yang terkait.
- Tahun 1960-an
Pada masa ini segala hal yang tabu terkait dengan gangguan mental mulai dibuka dan didiskusikan secara umum.

C. Gangguan Mental Dianggap Sebagai Bukan Sakit
- Tahun 1961
Thomas szacz yang mengemukakan dasar teori bahwa “sakit mental” sebenarnya tidaklah benar-benar sakit, akan tetapi tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus beraksi terhadap lingkungan.
- Tahun 1962
Ada sekitar 422.000 orang yang tinggal dirumah sakit untuk perawatan psikiatris di Amerika Serikat.
- Tahun 1997
Ditahun ini para peneliti mengemukakan hasil penelitian mereka bahwa kaitan genetik pada gangguan bipolar menunjukan bahwa penyakit ini diturunkan.



DAFTAR PUSTAKA
- Schultz, Duane, 1991. Psikologi Pertumbuhan Model-Model Kepribadian Sehat, Yogyakarta : Kanisius
- Prabowo, Hendro,dkk.1996. Psikologi Umum I, Jakarta : Universitas Gunadarma
- Prabowo, Hendro, dkk.1998. Psikologi Umum II, Jakarta : Universitas Gunadarma
- Siswanto, 2007. Kesehatan Mental, Yogyakarta : Andi Yogyakarta
- Hans, Jen, 2006. Strategi Pengembangan Diri,Jakarta : Personal development Training
- Papalia,olds,dkk. 2009. Human Development,Jakarta : Salemba Humanika
- Halgin, Whitbourne. 2011. Psikologi Abnormal, Jakarta : Salemba Humanika

Sunday, January 1, 2012

Mengulas jurnal mengenai dampak baik dan buruk dari game online secara psikologis

Di tugas terakhir ini saya akan mengulas jurnal mengenai internet dan psikologi. Terlebih khusus pada game online. Saat ini dibelahan dunia manapun baik dewasa maupun anak-anak gemar terhadap game online. Mereka gemar bermain ini dikarenakan ‘ketagihan’ atas keseruannya. Selain itu game online memang mantap untuk menghilangkan kepenatan. Namun, dari pernyataan tersebut tetap terdapatlah dampak baik dan buruk secara psikologis, diantaranya yang tertulis dalam jurnal tersebut adalah;
Game online muncul tidak hanya mempengaruhi kehidupan sosial pemainnya dalam dunia nyata tetapi juga terkadang mempengaruhi kejiwaan seseorang apabila memainkannya terlalu lama. Seperti yang dilansir ketok.com, gara-gara sebuah game, seorang pemuda di amerika serikat nekad menusuk temannya sendiri. Bahkan anak-anak yang kecanduan bermain game sering membolos dari sekolahnya agar bisa melanjutkan petualangannya di dunia maya. akan tetapi dari segi bisnis, game online masih memiliki prospek bagus kedepannya. Dengan kehadiran games online ini, orang-orang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri yaitu games center, atau menjadi pengembang games sehingga dapat mengurangi angka pengangguran. Game online juga bisa meningkatkan kemampuan bekerja sama pada otak anak.
Di teori psikososial erikson aspek psikososial berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya, kemampuan anak untuk menyapa dan bermain bersama teman-teman sebayanya.
Selain dampak buruk yang sudah tertulis diatas tadi, jika anak tersebut juga sudah kecanduan game online maka fase tersebut gagal untuk dilewatinya. Ya, sudah pasti anak tersebut malah memilih bermain di dunia maya daripada harus bermain dengan teman-teman diluar sana. Jika sudah seperti ini orangtua lah yang harus menanganinya sendiri Dengan mengetahui aspek-aspek perkembangan anak, orangtua dan pendidik bisa merancang dan memberikan rangsangan serta latihan agar keempat aspek tersebut berkembang secara seimbang. Rangsangan atau latihan tidak bisa terfokus hanya pada satu atau sebagian aspek. Tentunya, rangsangan dan latihan tersebut diberikan dengan tetap memerhatikan kesiapan anak, bukan dengan paksaan.
Selanjutnya dampak baik dari game online. Setelah tadi dikatakan bahwa Game online juga bisa meningkatkan kemampuan bekerja sama pada otak anak. Terutama otak kanan,dalam arti, mereka dapat mengasah kemampuan mengatur strategi,mengoperasikan komputer,mengetik dengan cepat,melatih konsentrasi dan tidak gaptek tentunya.
Sedikit saja ulasan dari saya mengenai hal ini, terimakasih dan semoga bermanfaat.
Sumber:
1. http://www.upbn/tugas/jurnal/makalah/internet/gameonline.com/