Bekerja atau melanjutkan sekolah? yup. Bisa saya Pastikan setelah selesai studi S1 nanti teman-teman sebagian besar ingin bekerja. Hmm, ya ya akhirnya setelah 4 tahun bergelut dengan buku,materi,dosen dan lain-lain yang berhubungan dengan kuliah kita dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari kuliah melalui bekerja. Ohh tapi jangan salah tak semua pekerjaan yang kita inginkan bisa kita dapat,tak semua juga pekerjaan yang ada sesuai dengan gelar S1 kita.nah jika seperti itu, Terkadang memang kita diharuskan untuk ‘terpaksa’ bekerja,mau tidak mau dengan cara menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan. Setidaknya untuk permulaan saja juga tidak apa daripada jadi pengangguran voluntary, sayang juga kan? Hehe..
Keterpaksaan memang menuntut kita untuk menyesuaikan diri dengan terpaksa. Karena pada dasarnya kita tidak suka. Nah, bicara masalah suka atau tidak ini yang akan mempengaruhi kepuasaan bekerja. ( Menurut Howell and dipboye, dalam munandar 2008) kepuasan kerja sebagai keseluruhan dari pengukuran suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari setiap apa yang dikerjakannya. Dari situlah dapat dikatakan kepuasan kerja mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya. Jika hal ini yang terjadi maka motivasi kerja yang turut berperan. Seperti teori keadilan dan teori harapan. Teori keadilan yang dikembangkan oleh adams mengatakan bahwa masukan harus sesuai dengan keluaran, dapat dikatakan juga atas apa yang diupayakan untuk perusahaan dari tenaga kerja. Contoh, jumlah jam kerja,pengalaman,tingkat pendidikan. Dimana hal-hal tersebut harus sesuai dengan imbalan penghasilan/gaji. Di teori harapan yang dikembangkan oleh Vroom yang inti dari isinya yaitu; bahwa upaya tenaga kerja yang mengarah pada prilaku unjuk kerja yang dituju,setelahnya keluaran tertentu akan didapat dari hasil unjuk kerja tadi. Seperti yang sudah saya pelajari di SMA melalui mata pelajaran Ekonomi, Biasanya sebelum bekerja terjadi penawaran dan permintaan oleh perusahaan dan tenaga kerja. Permintaan merupakan bagaimana perusahaan mampu membayar per unit tenaga kerja. Penawaran merupakan kinerja yang akan diberikan atau ditawarkan oleh tenaga kerja di perusahaan dengan pengukuran tinggkat upah. Ya ini memang tergantung keahlian dan tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan dan keahlian semakin tinggi pula mereka akan tawar-menawar upah/gaji ditambah dengan banyaknya perusahaan yang meminta (mencari) tenaga kerja tersebut. Nah, Sesuai bukan dengan bunyi hukum penawaran dan permintaan ekonomi yang sebenarnya :D. Dari faktor inilah yang nantinya muncul perubahan dalam persediaan dan permintaan pekerjaan serta tenaga kerja. Untuk tenaga kerja yang seperti ini juga ialah orang-orang yang memiliki self esteem tinggi. Dimana mereka merasa bahwa orang atau perusahaanlah yang membutuhkan mereka bukan mereka. Ok, katakanlah mereka orang yang beruntung, mengapa? Karena pekerjaan telah menjemput mereka bukan mereka yang menjemput pekerjaan. Namun terkadang, jika rasa bosan mereka pada pekerjaan tersebut tak enggan atau ragu bagi mereka untuk berganti pekerjaan. Bisa mereka mengajukan pengunduran diri/keluar (resine) dari perusahaan tersebut,mengajukan diri untuuk oposisi,dsb. Negatifnya memang ini terlihat merepotkan perusahaan yang telah mempekerjakan mereka karena bisa kita bayangkan jika tenaga kerja tersebut atau yang diminta jarang ada. positifnya adalah mereka (tenaga kerja) merupakan orang yang berani untuk membentuk karir selanjutnya yang mungkin lebih baik bagi dirinya.
Baiklah kita tinggalkan mengenai pekerjaan. Selanjutnya waktu luang.
Waktu luang di pekerjaan adalah waktu untuk melepas penat,bosan,lelah dan terutama agar terhindar dari stress setelah seminggu bekerja. Mengapa saya katakan seminggu? Karena sebagian besar orang memiliki waktu luang di akhir pekan. Hal yang biasa dilakukan paling tidak yaitu jalan-jalan ke luar kota dengan keluarga, dengan tujuan merefreshkan pikiran agar ketika masuk kerja konsentrasi dan semangat meningkat. Waktu luang memang dinantikan oleh para tenaga kerja namun bagi workaholic waktu luang merupakan penghambat pekerjaan bagi mereka. Workaholic adalah orang yang terlalu over dalam bekerja, yang initinya tidak baik dan tidak sehat terhadap diri. Waktu luang memang baiknya digunakan secara positif. Menurut (Hans,2006) para psikolog sependapat bahwa kemampuan mengendalikan diri dalam mengelolakan waktu adalah kunci memperoleh rasa bahagia, percaya diri, kesehatan dan kesejahteraan.
Sekian pembahasan yang dapat saya tulis, jika ada yang kurang dan salah mohon maaf yaa.. terimakasih ^^
SUMBER:
- Munandar, Ashar Sunyoto. (2008). PSIKOLOGI INDUSTRI dan ORGANISASI. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
- Hans, Jen, 2006. Strategi Pengembangan Diri,Jakarta : Personal development Training
No comments:
Post a Comment