1. Jelaskan apa itu konsep sehat beserta dimensinya?
SEHAT, mendengar kata itu tentu semua orang menginginkannya, Baik yang sedang sakit ataupun yang memang dalam keadaan baik-baik saja. Secara medis, sehat berarti tidak sakit (fisik),mampu untuk melakukan aktifitas dengan baik,dan bugar. Secara psikologis, sehat berarti tidak sakit (secara mental). Dimaksudkan lagi, sehat dalam pikiran dan mental, pola pikir, tingkahlaku, rohaniah, bersosialisasi dan spiritual. Menurut Jen hans(2006), diri dan pribadi yang sehat adalah diri yang ingin sukses dan mengembangkan baik untuk kesuksesan fisik,intelektual,emosi,sosial,finansial dan spiritual. Yup, sehat fisik dan psikologis atau orang biasa katakan sehat lahir dan bathin merupakan keseimbangan dari ‘hidup sehat’. Tidak akan berarti apa-apa jika sehat secara fisik namun psikologis tidak, begitupun sebaliknya. Dewasa ini, beberapa orang memang sehat secara fisik namun tidak pada psikologisnya. Seperti yang dialami oleh anak angkat wakil bupati yang juga mantan aktor ini (RK), yang berinisial R. Sang ayah angkat terkejut mendengar anaknya terlibat narkoba, yang diberitakan saat ini sedang ditahan di kepolisian bandara bersama seorang teman wanitanya . Saat kecil R memang diketahui mengidap bipolar yang mengharuskan dirinya mengkonsumsi obat penenang. Beberapa psikolog berpendapat bahwa R mengidap bipolar sejak kecil diduga karena tekanan secara mental, dimana R kerap menjadi bahan ejekan teman-temannya karena R bukan anak kandung dari RK melainkan anak angkat. Hal ini juga yang menjadikan R seorang yang intovert. Bipolar merupakan salah satu gangguan mood dimana keadaan seseorang yang tenang namun secara tiba-tiba berprilaku dan berpikir diluar kendali. Ini hanya salah satu dari sekian banyak contoh kasus yang ada. Sehat secara fisik tak berarti mulu sehat secara psikologis. Konsep sehat sendiri adalah konsep yang disadari oleh diri manusia berbagai usaha yang dilakukan untuk tetap sehat. Tentunya ini berhubungan dengan apa yang ada di alam dan hal yang dilakukan telah menjadi kebiasaan kita, seperti secara fisik tubuh ini butuh energi, mengatur emosi disaat-saat tertentu, intelektual yang harus selalu ditingkatkan, menjalankan kegiatan rohaniah agar hati terasa damai, sosialisasi untuk mengenal banyak orang serta spiritual dimana kita sebagai individu diwajibkan untuk bisa mendekatkan diri dengan Tuhan. Untuk lebih jelasnya, berikut dimensi-dimensi dari sehat;
Sehat jasmani/fisik
Disini manusia harus lebih bisa untuk memperhatikan diri sendiri untuk kesehatannya. Mulai dari pola makan,olah raga,pola dan jam tidur yang cukup, serta kegiatan lain yang sekiranya imbang dengan kemampuan fisik.
Sehat mental
Sebenarnya orang belum begitu memperhatikan kesehatan mental mereka,bagaimana keadaan mental, stabilkah atau sedang tidak stabil. Bagi awam jika fisik baik-baik saja maka tak ada masalah dengan mental, padahal tidak seperti itu. Ok, untuk mudahnya begini saja, jika kita dalam keadaan tidak stres,tenang,positif thinking selalu, terhindar dari ketidakbahagiaan,dsb. maka artinya mental kita dalam keadaan ‘baik/sehat’
Sehat sosial
Ya, tentu saja orang yang sehat pasti bisa bergaul dengan baik, bersosialisasi,mencari dan punya banyak teman merupakan hal yang dijalani orang-orang pada umumnya.
Sehat spiritual
Sebagai individu yang normal tentunya kita ingin selalu untuk bisa dekat dan mendekatkan diri dengan Tuhan, agar apa yang kita jalani dan kerjakan didunia ini imbang dengan kegiatan di akhirat nanti.
2. Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental?
Kesehatan mental. Apa yang terlintas dipikiran anda jika mendengar kalimat itu? Hemm, yak agak berat memang terdengarnya. Jangankan Kehatan mental terkadang kesehatan jasmani saja sering terabaikan tanpa kita sadari. Adanya kesehatan mental tentunya karena dahulu sudah ada atau bahkan banyak yang mengalami gangguan mental. Lalu bagaimana sejarahnya? Terdapat perkembangan darimana saja kesehatan mental itu? Berikut penjelasannya;
A. Gangguan Mental Tidak Dianggap Sebagai Sakit
- Tahun 1600 dan sebelumnya
Dahulu masyarakat menganggap kalau orang yang mengalami gangguan mental itu karena mereka tengah dirasuki roh-roh yang ada disekitar. Karena itulah mereka tidak dianggap sehingga mereka tidak diasingkan dan masih mendapat tempat dimasyarakat.
- Tahun 1692
Akibat dari sebuah pengaruh para imigran Eropa yang beragama nasrani, menganggap bahwa di Amerika orang yang bergangguan mental karena terkena sihir/guna-guna atau dirasuki setan. Secara umum kabar ini diterima oleh masyarakat sehingga bagi mereka yang dianggap memiliki sihir dibenci oleh sekitar. Bahkan pengadilan pernah memvonis 19 orang untuk digantung karena dianggap memiliki kekuatan sihir.
B. Gangguan Mental Dianggap Sebagai Sakit
- Tahun 1724
Pendeta cotton mather (1663-1728) berpendapat bahwa takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa disusul juga ada kemajuan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa tersendiri. Disini benih-benih pendekatan secara medis mulai dikenalkan, dimana berperan sebagai pemberi penjelasan masalah kejiwaan/akibat gangguan yang terjadi ditubuh.
- Tahun 1812
Medical inquiries and observations upon disease of the mind merupakan buku teks psikiatri Amerika pertama yang publikasikan oleh Benjamin Rush (1745-1813) yang menjadi salah satu pengacara mula-mula yang menangani masalah dengan secara manusiawi untuk penyakit mental.
- Tahun 1843
Terdapat kurang lebih 24 rumah sakit, namun yang ada hanya 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di Amerika Serikat.
- Tahun 1908
Manik depresif yang diderita oleh Clifford beers (1876-1943) pada tahun 1900. Beliau merupakan lulusan yale dan seorang bisnisman, yang kemudian mengalami gangguan setelah sakit. Beers dimasukan ke rumah sakit mental swasta di Connectticut setelah mencoba bunuh diri. Lepas dari itu beers kemudian mendirikan masyarakat connecticcut untuk mental hiegine yang kemudian berikutnya berubah menjadi Komite Nasional untuk mental hiegiene yang merupakan pendahulu asosiasi kesehatan mental nasional sampai sekarang ini.
- Tahun 1909
Sigmund freud mendatangi amerika dan mengajar psikoanalisa di Clark University,worcester,massachutetts.
- Tahun 1910
Emil kreaplin pertama kali menggambarkan penyakit alzheimer. Beliau juga yang mengembangkan alat tes yang mampu untuk mendeteksi adanya gangguan epilepsi.
- Tahun 1918
Di amerika asosiasi psikoanalisa telah membuat aturan bahwa hanya orang yang telah lulus dari sekolah kedokteran dan menjalankan praktek psikiatri yang dapat menjadi calon untuk pelatihan psikoanlisa.
- Tahun 1920
Harry stack sullivan yang mengawasi pasien skizofrenia di rumah sakit sheppard-pratt hospital menunjukan pengaruh lingkungan terapeutik ketika para pasien dapat dikembalikan ke masyarakat.
- Tahun 1930
Psikiatri mulai menginjeksikan insulin yang menyebabkan shock dan koma sementara sebagai suatu treatment untuk penderita skizofrenia.
- Tahun 1936
Agas moniz mempublikasikan suatu laporan mengenai lobotomi frontal manusia yang pertama.
- Tahun 1940
Pada tahun ini sampai 1950an dimulainya perawatan penyakit mental di inggris.
- Tahun 1947
Fountain house di new york city memulai rehabilitasi psikiatrik untuk orang yang mengalami sakit mental.
- Tahun 1950
Terdapatnya lembaga NAMH (national association of mental health). Lembaga baru ini melanjutkan misi beers dengan lebih jelas. NAMH melanjutkan mendidik publik amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.
- Tahun 1952
Adanya chlorpromazine yaitu obat antipsikopatik konvensional pertama diperkenalkan untuk menangani pasien skizofrenia dan gangguan mental yang terkait.
- Tahun 1960-an
Pada masa ini segala hal yang tabu terkait dengan gangguan mental mulai dibuka dan didiskusikan secara umum.
C. Gangguan Mental Dianggap Sebagai Bukan Sakit
- Tahun 1961
Thomas szacz yang mengemukakan dasar teori bahwa “sakit mental” sebenarnya tidaklah benar-benar sakit, akan tetapi tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus beraksi terhadap lingkungan.
- Tahun 1962
Ada sekitar 422.000 orang yang tinggal dirumah sakit untuk perawatan psikiatris di Amerika Serikat.
- Tahun 1997
Ditahun ini para peneliti mengemukakan hasil penelitian mereka bahwa kaitan genetik pada gangguan bipolar menunjukan bahwa penyakit ini diturunkan.
DAFTAR PUSTAKA
- Schultz, Duane, 1991. Psikologi Pertumbuhan Model-Model Kepribadian Sehat, Yogyakarta : Kanisius
- Prabowo, Hendro,dkk.1996. Psikologi Umum I, Jakarta : Universitas Gunadarma
- Prabowo, Hendro, dkk.1998. Psikologi Umum II, Jakarta : Universitas Gunadarma
- Siswanto, 2007. Kesehatan Mental, Yogyakarta : Andi Yogyakarta
- Hans, Jen, 2006. Strategi Pengembangan Diri,Jakarta : Personal development Training
- Papalia,olds,dkk. 2009. Human Development,Jakarta : Salemba Humanika
- Halgin, Whitbourne. 2011. Psikologi Abnormal, Jakarta : Salemba Humanika
No comments:
Post a Comment