Taylor Swift - Safe and sound
Thursday, June 14, 2012
film-film dokumenter yang menginspirasi
Di tugas kesehatan mental yang terakhir ini saya akan memberikan kesan dari film-film dokumenter yang tadi di putar dikelas. Pertama mengenai kuatnya kata-kata yang kita ucapkan. Berhati-hati dalam berkata-kata karena lidah ini bagai mata pisau, dimana bisa keluar ucapan positif atau negatif. Nah yang perlu dihindari adalah kata-kata negatif karena dapat memberikan pengaruh yang bahaya terhadap prilaku kita nantinya. Yaa walau memang sering tak sadar mengucapkan itu. Misalnya kita mau mengerjakan sesuatu namun belum kita kerjakan tapi yang sering terucap adalah ‘aduhhh bisa gk ya??’ ah gk deh kayaknya’. Padahal belum kita kerjakan selangkahpun. Itu namanya kalah sebelum perang. Baiknya adalah kita harus yakin, ya minimal ucapkanlah ‘SAYA PASTI BISA’ atau ‘SAYA HARUS BISA’. Seperti itu yaah ;) . bicara keyakinan, bicara juga potensi terutama yang kita miliki. Tadi ada juga kisah orang-orang yang memiliki kekurangan fisik. Namun, ternyata mereka lebih sempurna di banding mereka.pesan yang di sampaikan adalah, Maka jangan menyerah dengan kegagalan yg telah ada, jangan mengeluh dengan hidup yg harus kita jalani, jangan merasa terpuruk dengan kekurangan kita, karena di balik kekurangan banyak potensi yg kita miliki, dan kita tak berarti jika dibanding mereka :)
selanjutnya mengenai kasih sayang orang tua. Hemm berlinang air mata deh tadi :D. Kisah dari korea ini menceritakan tentang anak laki-laki dan seorang ayah nya. Sang ibu sakit-sakitan yang menjadikan ayah nya banting tulang demi keluarganya. Mulai dari mencari kerja yang di usir dengan orang, dan ketika dapat kerjaan hanya di bayar beberapa won saja. Sampai suatu ketika sang ayah mengalami kecelakaan dan meniggal dunia :’( . film ini hanya memberitahu kepada kita bahwa ayah yang merupakan tulang punggung kelurga akan selalu berusaha mencari uang sampai titik darah penghabisan, sampai maut menjemput. Apapun akan mereka lakukan demi kita, anak-anaknya yang dicintai :’) . kisah lanjutnya masih menegnai kasih sayang orang tua. Di thailand, ada seorang anak perempuan dan seorang ayahnya. Sang ayah bisu, tak bisa biacara sejak lahir. Anak perempuan ini selalu diantar kesekolah oleh ayahnya, sayngnya anak ini selalu di olok-olok oleh teman-temannya karena sang ayah yang bisu. Sampai suatu ketika anak ini berulang tahun. Dengan penuh rasa cinta yang dalam, sang ayah menyiapkan kue tart dan lilin untuk buah hati tercinta yang sedang berulang tahun. Namun sang ayah mendengar suara gaduh dari kamar anaknya. Dan ternyata anaknya bunuh diri lantaran sakit hati dengan teman-temannya karena sering di ejek. Dengan berlinang airmata ayahnya melarikan dia ke rumaah sakit, tentunya dengan harapan agar anaknya bisa diselamatkan. Namun takdir berkata lain, sang anak meninggaldunia. Dan sang ayah berkata ‘nak maafkan ayah karena tak bisa bicara, ayah seperti ini dari lahir, maafkan ayah karena tak seperti ayah-ayah yang lain, tapi walau ayah seperti ini tak sempurna, namun ayah akan selalu mencintaimu dengan sempurna’. Yaa allah sedihhhhhh :’( . pesannya yaa, apapun yang terjadi dengan orang tua kita, kekurangan apapun yang mereka miliki, mereka akan selalu mencintai dan menyayangi kita dengan SEMPURNA :) *love mom n dad*. Kisah selanjutnya dari inggris. Dimana seorang ayah yang sedang menikmati indahnya sore ditaman dengan sang anak yang sedang membaca koran. Berawal dari pertanyaan sang ayah yang menayakan ‘apa itu?’ *kicauan burung gereja*. Lalu sang anak menjawab ‘itu burung gereja’. Sang ayah melontarkan pertanyaan itu sampai tiga kali. Sampai pada pertanyaan yang terakhir sang anak menjawab dengan rasa kesal ‘sudah aku bilang itu burung gereja. Dapatkah kau mengejanya, burung G-E-R-E-J-A !’. yang membuat sang ayah masuk kedalam rumah. Kembalilah snag ayah dengan membawa buku harian. Lalu, sang anak diperintahkan untuk membacanya keras-keras. Buku harian itu Berisikan; ketika itu ulang tahunmu yang ke-3. Kita duduk bersama ditaman dengan dihinggapi seekor burung. Lalu kau bertanya ‘apa itu?’ sampai 21 kali dan aku menjawab ‘itu burung gereja’ tanpa rasa kesal dan marah. Ini hanya mengingatkan kita kalau kita juga pasti dulu seperti itu, tapi sekarang, mereka sering bertanya 'nak mw kemana?' atw yg lainnya berkali-kali namun jawab kita adalah 'ih apasih bawel banget !' dengan rasa kesal kita. MasyaAllah, padahal mereka tak pernah samasekali kesal dan marah setiap kali kita bertanya :).
Dari pesan dan kesan yang ada dari film-film tadi yuk kita berdoa..
Bismillahhirohmanirohimm.. ya allah terimakasih atas nikmat yang telah kau berikan pada kami hari ini, terimakasih atas apa yang telah kau berika pada kami yang kami tidak pernah memintanya, terimakasih atas apa yang kau berikan dari yang kami minta.. ya allah ampunilah maafkanlah dosa dan kesalahn kami pada kedua orang tua kami, maaf ya allah kami telah durhaka pada mereka.. ya allah berilah kebahagian kepada mereka dunia dan akhirat, dan berilah kesempatan kepada kami untuk dapat membahagiakan mereka.. aamin allahhumma aamin :’)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment