Taylor Swift - Safe and sound
Saturday, October 12, 2013
TUGAS 1 SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
A. Definisi informasi, Informasi adalah pesan ucapan atau kumpulan pesan yang terdiri dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis salah satu cara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman, pembelajaran, serta instruksi. Namun demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti,pengetahuan, negentropy, Persepsi, Stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, danrangsangan mental. Adapun halnya Informasi diproses oleh komputer melalui data oleh karenanya informasi merupakan penyampaian arti yang berguna bagi orang-orang (shelly, Cashman and vermaat, 2007). Selanjutnya menurut Irawan (2002) ada dua kelompok dalam definisi sistem, salah satunya suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pada pendekatan sistem yang juga merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urutan-urutan operasi didalam sistem sehingga semuanya saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan dan sasaran sistem dapat tercapai.
B. Pada sistem informasi psikologi sendiri jika didefinisikan mulai dari sistem yaitu Kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu,dimana sistem juga memiliki elemen-elemen sistem seperti input, proses, dan output. Sehingga dapat juga dikatakan bahwasistem informasi adalah Sistem terbuka yang menghasilkan informasi dengan menggunakan siklus input, proses dan output. Dalam sistem informasi ada yang dikenal sebagai CBIS,CBIS adalah merupakan bentuk sistem informasi sehingga komputer memegang peran yang sangat besar, adapun komponen CBIS diantaranya Hardware, Software, Data, Prosedur, Manusia. Sementara itu, Pengertian dari psikologi itu sendiri merupakan ilmu yang mempelajari prilaku atau tingkah laku manusia. Dalam sistem informasi, manusia dapat berperan sebagai komponen utama dari pengolahan data.
Contoh: saat ini pada perusahaan-perusahaan agar mempermudah staff HR terutama psikologi telah menyediakan software yang berwujud untuk menskoring dan interpretasi data yang telah diperoleh sehingga pemerikasaan atau proses penskoringan tidak lagi manual.
http://kamii_yogyakarta.tripod.com/SI.htm , http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi , Shelly, Cashman, and Vermaat, (2002): Discovering Computers, Penerbit Salemba: Jakarta
Saturday, March 16, 2013
PSIKOTHERAPY TASK 1
1. Apa yang dimaksud dengan psikoterapi?
Psikoterapi adalah suatu interaksi dinamis antara para pasien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku,pikiran,dan perasaan pasien supaya membantu pasien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
2. Tujuan psikoterapi?
Terdapat lima tujuan dalam psikoterapi dan kebanyakan terapi memusatkan perhatian pada salah satu atau lebih diantara tujuan-tujuan itu, diantaranya (huffman,at al dalam semiun):
a. Pikiran-pikiran kalut. Individu-individu mengalami kesulitan secara khas menderita konfusi,pola-pola pikiran yang destruktif,atau tidak memahami masalah-masalah mereka sendiri. Para terapis berusaha mengubah pikiran tersebut dan memberikan ide-ide atau informasi baru, dan membimbing individu tersebut untuk menemukan pemecahan dalam masalah yang mereka alami.
b. Emosi-emosi yang kalut. Orang-orang yang mencari terapi pada umumnya mengalami emosi yang tidak menyenangkan. Dengan membantu pasien untuk mengungkapkan secara bebas perasaan-perasaan dan memberikan suatu lingkungan yang menunjang, para terapis membantu dalam hal menggantikan perasaan-perasaan tersebut,seperti perasaan putus asa dan perasaan tidak mampu dengan perasaan-perasaan yang mengandung harapan dan percaya akan diri sendiri.
c. Tingkah laku yang kalut. Individu-individu yang mengalami kesulitan biasanya memperlihatkan tingkah laku yang mengandung masalah. Para terapis membantu pasien mereka dengan menghilangkan tingkah laku yang mengganggu itu dan membimbing mereka kepada kehidupan yang lebih efektif.
d. Kesulitan-kesulitan antarpribadi dan situasi kehidupan. Para terapis membantu pasien memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman-teman, dan kolega seprofesi. Mereka juga membantu para pasien itu menghindari atau mengurangi sumber-sumber stres dalam kehidupan mereka seperti tuntutan-tuntutan pekerjaan dan konflik-konflik keluarga.
e. Gangguan-gangguan biomedis. Individu yang mengalami kesulitan terkadang menderita gangguan biomedis yang langsung menyebabkan atau menambah kesulitan psikologis. Para terapis membantu menghilangkan masalah-masalah ini.
Adapun tujuan jangka pendek dalam psikoterapi adalah menghilangkan atau memperbaiki simptom-simtom pasien mendorong ia supaya dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan terdekat dan melepaskan perasaan-perasaan terpendam dalam lingkungan terkontrol.
3. Unsur psikoterapi?
Menurut maaserman terdapat 8 unsur yang mempengaruhi psikoterapi, yaitu:
a. Peran sosial
b. Hubungan
c. Hak
d. Retrospeksi
e. Reduksi
f. Rehabilitasi
g. Resosialisasi
h. Rekapitulasi
4. Perbedaan psikoterapi dengan konseling?
Perbedaan psikoterapi dengan konseling menurut thompson dan rudolph (dalam gunarsa 2007). Psikoterapi meliputi hal pasien,gangguan serius, masalah-masalah pribadi dan pengambilan keputusan,berhubungan dengan penyembuhan,lingkungan medis, berhubungan dengan ketidaksadaran, dan metode penyembuhan. Semetara itu konseling adalah meliputi klien, gangguan kurang serius, masalah; jabatan,pendidikan, berhubungan dengan pencegahan, lingkungan pendidikan dan non medis, berhubungan dengan kesadaran dan metode pendidikan.
5. Pendekatan psikoterapi terhadap mental illnes?
Dalam hal psikoterapi ada beberapa pedekatan terhadap mental illnes, yaitu pendekatan Psikoanalitik, pendekatan Psikodinamik, kognitif Therapy, behaviour Therapy, Humanistic Therapy, Integrative/Holistic Therapy.
6. Bentuk utama dalam psikoterapi?
- Terapi Psikoanalisa adalah menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id.
- Terapi Perilaku adalah menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu.
- Terapi Kognitif Perilaku adalah memodifikasi perilaku individu dan mengubah keyakinan maladatif.
- Terapi Humanistik adalah terapi dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal.
- Terapi Elektrik atau Integratif adalah dimana terapis mengkhususkan diri dalam masalah spesifik.
- Terapi Kelompok dan Keluarga adalah terapi yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa.
Daftar Pustaka:
- Gunarsa, Singgih. (2007). Konseling dan Terapi. PT.BPK Gunung Mulia: Jakarta
- Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 3. Kanisius: Yogyakarta
1. Apa yang dimaksud dengan psikoterapi?
Psikoterapi adalah suatu interaksi dinamis antara para pasien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku,pikiran,dan perasaan pasien supaya membantu pasien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
2. Tujuan psikoterapi?
Terdapat lima tujuan dalam psikoterapi dan kebanyakan terapi memusatkan perhatian pada salah satu atau lebih diantara tujuan-tujuan itu, diantaranya (huffman,at al dalam semiun):
a. Pikiran-pikiran kalut. Individu-individu mengalami kesulitan secara khas menderita konfusi,pola-pola pikiran yang destruktif,atau tidak memahami masalah-masalah mereka sendiri. Para terapis berusaha mengubah pikiran tersebut dan memberikan ide-ide atau informasi baru, dan membimbing individu tersebut untuk menemukan pemecahan dalam masalah yang mereka alami.
b. Emosi-emosi yang kalut. Orang-orang yang mencari terapi pada umumnya mengalami emosi yang tidak menyenangkan. Dengan membantu pasien untuk mengungkapkan secara bebas perasaan-perasaan dan memberikan suatu lingkungan yang menunjang, para terapis membantu dalam hal menggantikan perasaan-perasaan tersebut,seperti perasaan putus asa dan perasaan tidak mampu dengan perasaan-perasaan yang mengandung harapan dan percaya akan diri sendiri.
c. Tingkah laku yang kalut. Individu-individu yang mengalami kesulitan biasanya memperlihatkan tingkah laku yang mengandung masalah. Para terapis membantu pasien mereka dengan menghilangkan tingkah laku yang mengganggu itu dan membimbing mereka kepada kehidupan yang lebih efektif.
d. Kesulitan-kesulitan antarpribadi dan situasi kehidupan. Para terapis membantu pasien memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman-teman, dan kolega seprofesi. Mereka juga membantu para pasien itu menghindari atau mengurangi sumber-sumber stres dalam kehidupan mereka seperti tuntutan-tuntutan pekerjaan dan konflik-konflik keluarga.
e. Gangguan-gangguan biomedis. Individu yang mengalami kesulitan terkadang menderita gangguan biomedis yang langsung menyebabkan atau menambah kesulitan psikologis. Para terapis membantu menghilangkan masalah-masalah ini.
Adapun tujuan jangka pendek dalam psikoterapi adalah menghilangkan atau memperbaiki simptom-simtom pasien mendorong ia supaya dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan terdekat dan melepaskan perasaan-perasaan terpendam dalam lingkungan terkontrol.
3. Unsur psikoterapi?
Menurut maaserman terdapat 8 unsur yang mempengaruhi psikoterapi, yaitu:
a. Peran sosial
b. Hubungan
c. Hak
d. Retrospeksi
e. Reduksi
f. Rehabilitasi
g. Resosialisasi
h. Rekapitulasi
4. Perbedaan psikoterapi dengan konseling?
Perbedaan psikoterapi dengan konseling menurut thompson dan rudolph (dalam gunarsa 2007). Psikoterapi meliputi hal pasien,gangguan serius, masalah-masalah pribadi dan pengambilan keputusan,berhubungan dengan penyembuhan,lingkungan medis, berhubungan dengan ketidaksadaran, dan metode penyembuhan. Semetara itu konseling adalah meliputi klien, gangguan kurang serius, masalah; jabatan,pendidikan, berhubungan dengan pencegahan, lingkungan pendidikan dan non medis, berhubungan dengan kesadaran dan metode pendidikan.
5. Pendekatan psikoterapi terhadap mental illnes?
Dalam hal psikoterapi ada beberapa pedekatan terhadap mental illnes, yaitu pendekatan Psikoanalitik, pendekatan Psikodinamik, kognitif Therapy, behaviour Therapy, Humanistic Therapy, Integrative/Holistic Therapy.
6. Bentuk utama dalam psikoterapi?
- Terapi Psikoanalisa adalah menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id.
- Terapi Perilaku adalah menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu.
- Terapi Kognitif Perilaku adalah memodifikasi perilaku individu dan mengubah keyakinan maladatif.
- Terapi Humanistik adalah terapi dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal.
- Terapi Elektrik atau Integratif adalah dimana terapis mengkhususkan diri dalam masalah spesifik.
- Terapi Kelompok dan Keluarga adalah terapi yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa.
Daftar Pustaka:
- Gunarsa, Singgih. (2007). Konseling dan Terapi. PT.BPK Gunung Mulia: Jakarta
- Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 3. Kanisius: Yogyakarta
1. Apa yang dimaksud dengan psikoterapi?
Psikoterapi adalah suatu interaksi dinamis antara para pasien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku,pikiran,dan perasaan pasien supaya membantu pasien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
2. Tujuan psikoterapi?
Terdapat lima tujuan dalam psikoterapi dan kebanyakan terapi memusatkan perhatian pada salah satu atau lebih diantara tujuan-tujuan itu, diantaranya (huffman,at al dalam semiun):
a. Pikiran-pikiran kalut. Individu-individu mengalami kesulitan secara khas menderita konfusi,pola-pola pikiran yang destruktif,atau tidak memahami masalah-masalah mereka sendiri. Para terapis berusaha mengubah pikiran tersebut dan memberikan ide-ide atau informasi baru, dan membimbing individu tersebut untuk menemukan pemecahan dalam masalah yang mereka alami.
b. Emosi-emosi yang kalut. Orang-orang yang mencari terapi pada umumnya mengalami emosi yang tidak menyenangkan. Dengan membantu pasien untuk mengungkapkan secara bebas perasaan-perasaan dan memberikan suatu lingkungan yang menunjang, para terapis membantu dalam hal menggantikan perasaan-perasaan tersebut,seperti perasaan putus asa dan perasaan tidak mampu dengan perasaan-perasaan yang mengandung harapan dan percaya akan diri sendiri.
c. Tingkah laku yang kalut. Individu-individu yang mengalami kesulitan biasanya memperlihatkan tingkah laku yang mengandung masalah. Para terapis membantu pasien mereka dengan menghilangkan tingkah laku yang mengganggu itu dan membimbing mereka kepada kehidupan yang lebih efektif.
d. Kesulitan-kesulitan antarpribadi dan situasi kehidupan. Para terapis membantu pasien memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman-teman, dan kolega seprofesi. Mereka juga membantu para pasien itu menghindari atau mengurangi sumber-sumber stres dalam kehidupan mereka seperti tuntutan-tuntutan pekerjaan dan konflik-konflik keluarga.
e. Gangguan-gangguan biomedis. Individu yang mengalami kesulitan terkadang menderita gangguan biomedis yang langsung menyebabkan atau menambah kesulitan psikologis. Para terapis membantu menghilangkan masalah-masalah ini.
Adapun tujuan jangka pendek dalam psikoterapi adalah menghilangkan atau memperbaiki simptom-simtom pasien mendorong ia supaya dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan terdekat dan melepaskan perasaan-perasaan terpendam dalam lingkungan terkontrol.
3. Unsur psikoterapi?
Menurut maaserman terdapat 8 unsur yang mempengaruhi psikoterapi, yaitu:
a. Peran sosial
b. Hubungan
c. Hak
d. Retrospeksi
e. Reduksi
f. Rehabilitasi
g. Resosialisasi
h. Rekapitulasi
4. Perbedaan psikoterapi dengan konseling?
Perbedaan psikoterapi dengan konseling menurut thompson dan rudolph (dalam gunarsa 2007). Psikoterapi meliputi hal pasien,gangguan serius, masalah-masalah pribadi dan pengambilan keputusan,berhubungan dengan penyembuhan,lingkungan medis, berhubungan dengan ketidaksadaran, dan metode penyembuhan. Semetara itu konseling adalah meliputi klien, gangguan kurang serius, masalah; jabatan,pendidikan, berhubungan dengan pencegahan, lingkungan pendidikan dan non medis, berhubungan dengan kesadaran dan metode pendidikan.
5. Pendekatan psikoterapi terhadap mental illnes?
Dalam hal psikoterapi ada beberapa pedekatan terhadap mental illnes, yaitu pendekatan Psikoanalitik, pendekatan Psikodinamik, kognitif Therapy, behaviour Therapy, Humanistic Therapy, Integrative/Holistic Therapy.
6. Bentuk utama dalam psikoterapi?
- Terapi Psikoanalisa adalah menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id.
- Terapi Perilaku adalah menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu.
- Terapi Kognitif Perilaku adalah memodifikasi perilaku individu dan mengubah keyakinan maladatif.
- Terapi Humanistik adalah terapi dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal.
- Terapi Elektrik atau Integratif adalah dimana terapis mengkhususkan diri dalam masalah spesifik.
- Terapi Kelompok dan Keluarga adalah terapi yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa.
Daftar Pustaka:
- Gunarsa, Singgih. (2007). Konseling dan Terapi. PT.BPK Gunung Mulia: Jakarta
- Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 3. Kanisius: Yogyakarta
1. Apa yang dimaksud dengan psikoterapi?
Psikoterapi adalah suatu interaksi dinamis antara para pasien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku,pikiran,dan perasaan pasien supaya membantu pasien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
2. Tujuan psikoterapi?
Terdapat lima tujuan dalam psikoterapi dan kebanyakan terapi memusatkan perhatian pada salah satu atau lebih diantara tujuan-tujuan itu, diantaranya (huffman,at al dalam semiun):
a. Pikiran-pikiran kalut. Individu-individu mengalami kesulitan secara khas menderita konfusi,pola-pola pikiran yang destruktif,atau tidak memahami masalah-masalah mereka sendiri. Para terapis berusaha mengubah pikiran tersebut dan memberikan ide-ide atau informasi baru, dan membimbing individu tersebut untuk menemukan pemecahan dalam masalah yang mereka alami.
b. Emosi-emosi yang kalut. Orang-orang yang mencari terapi pada umumnya mengalami emosi yang tidak menyenangkan. Dengan membantu pasien untuk mengungkapkan secara bebas perasaan-perasaan dan memberikan suatu lingkungan yang menunjang, para terapis membantu dalam hal menggantikan perasaan-perasaan tersebut,seperti perasaan putus asa dan perasaan tidak mampu dengan perasaan-perasaan yang mengandung harapan dan percaya akan diri sendiri.
c. Tingkah laku yang kalut. Individu-individu yang mengalami kesulitan biasanya memperlihatkan tingkah laku yang mengandung masalah. Para terapis membantu pasien mereka dengan menghilangkan tingkah laku yang mengganggu itu dan membimbing mereka kepada kehidupan yang lebih efektif.
d. Kesulitan-kesulitan antarpribadi dan situasi kehidupan. Para terapis membantu pasien memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman-teman, dan kolega seprofesi. Mereka juga membantu para pasien itu menghindari atau mengurangi sumber-sumber stres dalam kehidupan mereka seperti tuntutan-tuntutan pekerjaan dan konflik-konflik keluarga.
e. Gangguan-gangguan biomedis. Individu yang mengalami kesulitan terkadang menderita gangguan biomedis yang langsung menyebabkan atau menambah kesulitan psikologis. Para terapis membantu menghilangkan masalah-masalah ini.
Adapun tujuan jangka pendek dalam psikoterapi adalah menghilangkan atau memperbaiki simptom-simtom pasien mendorong ia supaya dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan terdekat dan melepaskan perasaan-perasaan terpendam dalam lingkungan terkontrol.
3. Unsur psikoterapi?
Menurut maaserman terdapat 8 unsur yang mempengaruhi psikoterapi, yaitu:
a. Peran sosial
b. Hubungan
c. Hak
d. Retrospeksi
e. Reduksi
f. Rehabilitasi
g. Resosialisasi
h. Rekapitulasi
4. Perbedaan psikoterapi dengan konseling?
Perbedaan psikoterapi dengan konseling menurut thompson dan rudolph (dalam gunarsa 2007). Psikoterapi meliputi hal pasien,gangguan serius, masalah-masalah pribadi dan pengambilan keputusan,berhubungan dengan penyembuhan,lingkungan medis, berhubungan dengan ketidaksadaran, dan metode penyembuhan. Semetara itu konseling adalah meliputi klien, gangguan kurang serius, masalah; jabatan,pendidikan, berhubungan dengan pencegahan, lingkungan pendidikan dan non medis, berhubungan dengan kesadaran dan metode pendidikan.
5. Pendekatan psikoterapi terhadap mental illnes?
Dalam hal psikoterapi ada beberapa pedekatan terhadap mental illnes, yaitu pendekatan Psikoanalitik, pendekatan Psikodinamik, kognitif Therapy, behaviour Therapy, Humanistic Therapy, Integrative/Holistic Therapy.
6. Bentuk utama dalam psikoterapi?
- Terapi Psikoanalisa adalah menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id.
- Terapi Perilaku adalah menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu.
- Terapi Kognitif Perilaku adalah memodifikasi perilaku individu dan mengubah keyakinan maladatif.
- Terapi Humanistik adalah terapi dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal.
- Terapi Elektrik atau Integratif adalah dimana terapis mengkhususkan diri dalam masalah spesifik.
- Terapi Kelompok dan Keluarga adalah terapi yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa.
Daftar Pustaka:
- Gunarsa, Singgih. (2007). Konseling dan Terapi. PT.BPK Gunung Mulia: Jakarta
- Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 3. Kanisius: Yogyakarta
Thursday, June 14, 2012
film-film dokumenter yang menginspirasi
Di tugas kesehatan mental yang terakhir ini saya akan memberikan kesan dari film-film dokumenter yang tadi di putar dikelas. Pertama mengenai kuatnya kata-kata yang kita ucapkan. Berhati-hati dalam berkata-kata karena lidah ini bagai mata pisau, dimana bisa keluar ucapan positif atau negatif. Nah yang perlu dihindari adalah kata-kata negatif karena dapat memberikan pengaruh yang bahaya terhadap prilaku kita nantinya. Yaa walau memang sering tak sadar mengucapkan itu. Misalnya kita mau mengerjakan sesuatu namun belum kita kerjakan tapi yang sering terucap adalah ‘aduhhh bisa gk ya??’ ah gk deh kayaknya’. Padahal belum kita kerjakan selangkahpun. Itu namanya kalah sebelum perang. Baiknya adalah kita harus yakin, ya minimal ucapkanlah ‘SAYA PASTI BISA’ atau ‘SAYA HARUS BISA’. Seperti itu yaah ;) . bicara keyakinan, bicara juga potensi terutama yang kita miliki. Tadi ada juga kisah orang-orang yang memiliki kekurangan fisik. Namun, ternyata mereka lebih sempurna di banding mereka.pesan yang di sampaikan adalah, Maka jangan menyerah dengan kegagalan yg telah ada, jangan mengeluh dengan hidup yg harus kita jalani, jangan merasa terpuruk dengan kekurangan kita, karena di balik kekurangan banyak potensi yg kita miliki, dan kita tak berarti jika dibanding mereka :)
selanjutnya mengenai kasih sayang orang tua. Hemm berlinang air mata deh tadi :D. Kisah dari korea ini menceritakan tentang anak laki-laki dan seorang ayah nya. Sang ibu sakit-sakitan yang menjadikan ayah nya banting tulang demi keluarganya. Mulai dari mencari kerja yang di usir dengan orang, dan ketika dapat kerjaan hanya di bayar beberapa won saja. Sampai suatu ketika sang ayah mengalami kecelakaan dan meniggal dunia :’( . film ini hanya memberitahu kepada kita bahwa ayah yang merupakan tulang punggung kelurga akan selalu berusaha mencari uang sampai titik darah penghabisan, sampai maut menjemput. Apapun akan mereka lakukan demi kita, anak-anaknya yang dicintai :’) . kisah lanjutnya masih menegnai kasih sayang orang tua. Di thailand, ada seorang anak perempuan dan seorang ayahnya. Sang ayah bisu, tak bisa biacara sejak lahir. Anak perempuan ini selalu diantar kesekolah oleh ayahnya, sayngnya anak ini selalu di olok-olok oleh teman-temannya karena sang ayah yang bisu. Sampai suatu ketika anak ini berulang tahun. Dengan penuh rasa cinta yang dalam, sang ayah menyiapkan kue tart dan lilin untuk buah hati tercinta yang sedang berulang tahun. Namun sang ayah mendengar suara gaduh dari kamar anaknya. Dan ternyata anaknya bunuh diri lantaran sakit hati dengan teman-temannya karena sering di ejek. Dengan berlinang airmata ayahnya melarikan dia ke rumaah sakit, tentunya dengan harapan agar anaknya bisa diselamatkan. Namun takdir berkata lain, sang anak meninggaldunia. Dan sang ayah berkata ‘nak maafkan ayah karena tak bisa bicara, ayah seperti ini dari lahir, maafkan ayah karena tak seperti ayah-ayah yang lain, tapi walau ayah seperti ini tak sempurna, namun ayah akan selalu mencintaimu dengan sempurna’. Yaa allah sedihhhhhh :’( . pesannya yaa, apapun yang terjadi dengan orang tua kita, kekurangan apapun yang mereka miliki, mereka akan selalu mencintai dan menyayangi kita dengan SEMPURNA :) *love mom n dad*. Kisah selanjutnya dari inggris. Dimana seorang ayah yang sedang menikmati indahnya sore ditaman dengan sang anak yang sedang membaca koran. Berawal dari pertanyaan sang ayah yang menayakan ‘apa itu?’ *kicauan burung gereja*. Lalu sang anak menjawab ‘itu burung gereja’. Sang ayah melontarkan pertanyaan itu sampai tiga kali. Sampai pada pertanyaan yang terakhir sang anak menjawab dengan rasa kesal ‘sudah aku bilang itu burung gereja. Dapatkah kau mengejanya, burung G-E-R-E-J-A !’. yang membuat sang ayah masuk kedalam rumah. Kembalilah snag ayah dengan membawa buku harian. Lalu, sang anak diperintahkan untuk membacanya keras-keras. Buku harian itu Berisikan; ketika itu ulang tahunmu yang ke-3. Kita duduk bersama ditaman dengan dihinggapi seekor burung. Lalu kau bertanya ‘apa itu?’ sampai 21 kali dan aku menjawab ‘itu burung gereja’ tanpa rasa kesal dan marah. Ini hanya mengingatkan kita kalau kita juga pasti dulu seperti itu, tapi sekarang, mereka sering bertanya 'nak mw kemana?' atw yg lainnya berkali-kali namun jawab kita adalah 'ih apasih bawel banget !' dengan rasa kesal kita. MasyaAllah, padahal mereka tak pernah samasekali kesal dan marah setiap kali kita bertanya :).
Dari pesan dan kesan yang ada dari film-film tadi yuk kita berdoa..
Bismillahhirohmanirohimm.. ya allah terimakasih atas nikmat yang telah kau berikan pada kami hari ini, terimakasih atas apa yang telah kau berika pada kami yang kami tidak pernah memintanya, terimakasih atas apa yang kau berikan dari yang kami minta.. ya allah ampunilah maafkanlah dosa dan kesalahn kami pada kedua orang tua kami, maaf ya allah kami telah durhaka pada mereka.. ya allah berilah kebahagian kepada mereka dunia dan akhirat, dan berilah kesempatan kepada kami untuk dapat membahagiakan mereka.. aamin allahhumma aamin :’)
Monday, April 23, 2012
PEKERJAAN DAN WAKTU LUANG
Bekerja atau melanjutkan sekolah? yup. Bisa saya Pastikan setelah selesai studi S1 nanti teman-teman sebagian besar ingin bekerja. Hmm, ya ya akhirnya setelah 4 tahun bergelut dengan buku,materi,dosen dan lain-lain yang berhubungan dengan kuliah kita dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari kuliah melalui bekerja. Ohh tapi jangan salah tak semua pekerjaan yang kita inginkan bisa kita dapat,tak semua juga pekerjaan yang ada sesuai dengan gelar S1 kita.nah jika seperti itu, Terkadang memang kita diharuskan untuk ‘terpaksa’ bekerja,mau tidak mau dengan cara menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan. Setidaknya untuk permulaan saja juga tidak apa daripada jadi pengangguran voluntary, sayang juga kan? Hehe..
Keterpaksaan memang menuntut kita untuk menyesuaikan diri dengan terpaksa. Karena pada dasarnya kita tidak suka. Nah, bicara masalah suka atau tidak ini yang akan mempengaruhi kepuasaan bekerja. ( Menurut Howell and dipboye, dalam munandar 2008) kepuasan kerja sebagai keseluruhan dari pengukuran suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari setiap apa yang dikerjakannya. Dari situlah dapat dikatakan kepuasan kerja mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya. Jika hal ini yang terjadi maka motivasi kerja yang turut berperan. Seperti teori keadilan dan teori harapan. Teori keadilan yang dikembangkan oleh adams mengatakan bahwa masukan harus sesuai dengan keluaran, dapat dikatakan juga atas apa yang diupayakan untuk perusahaan dari tenaga kerja. Contoh, jumlah jam kerja,pengalaman,tingkat pendidikan. Dimana hal-hal tersebut harus sesuai dengan imbalan penghasilan/gaji. Di teori harapan yang dikembangkan oleh Vroom yang inti dari isinya yaitu; bahwa upaya tenaga kerja yang mengarah pada prilaku unjuk kerja yang dituju,setelahnya keluaran tertentu akan didapat dari hasil unjuk kerja tadi. Seperti yang sudah saya pelajari di SMA melalui mata pelajaran Ekonomi, Biasanya sebelum bekerja terjadi penawaran dan permintaan oleh perusahaan dan tenaga kerja. Permintaan merupakan bagaimana perusahaan mampu membayar per unit tenaga kerja. Penawaran merupakan kinerja yang akan diberikan atau ditawarkan oleh tenaga kerja di perusahaan dengan pengukuran tinggkat upah. Ya ini memang tergantung keahlian dan tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan dan keahlian semakin tinggi pula mereka akan tawar-menawar upah/gaji ditambah dengan banyaknya perusahaan yang meminta (mencari) tenaga kerja tersebut. Nah, Sesuai bukan dengan bunyi hukum penawaran dan permintaan ekonomi yang sebenarnya :D. Dari faktor inilah yang nantinya muncul perubahan dalam persediaan dan permintaan pekerjaan serta tenaga kerja. Untuk tenaga kerja yang seperti ini juga ialah orang-orang yang memiliki self esteem tinggi. Dimana mereka merasa bahwa orang atau perusahaanlah yang membutuhkan mereka bukan mereka. Ok, katakanlah mereka orang yang beruntung, mengapa? Karena pekerjaan telah menjemput mereka bukan mereka yang menjemput pekerjaan. Namun terkadang, jika rasa bosan mereka pada pekerjaan tersebut tak enggan atau ragu bagi mereka untuk berganti pekerjaan. Bisa mereka mengajukan pengunduran diri/keluar (resine) dari perusahaan tersebut,mengajukan diri untuuk oposisi,dsb. Negatifnya memang ini terlihat merepotkan perusahaan yang telah mempekerjakan mereka karena bisa kita bayangkan jika tenaga kerja tersebut atau yang diminta jarang ada. positifnya adalah mereka (tenaga kerja) merupakan orang yang berani untuk membentuk karir selanjutnya yang mungkin lebih baik bagi dirinya.
Baiklah kita tinggalkan mengenai pekerjaan. Selanjutnya waktu luang.
Waktu luang di pekerjaan adalah waktu untuk melepas penat,bosan,lelah dan terutama agar terhindar dari stress setelah seminggu bekerja. Mengapa saya katakan seminggu? Karena sebagian besar orang memiliki waktu luang di akhir pekan. Hal yang biasa dilakukan paling tidak yaitu jalan-jalan ke luar kota dengan keluarga, dengan tujuan merefreshkan pikiran agar ketika masuk kerja konsentrasi dan semangat meningkat. Waktu luang memang dinantikan oleh para tenaga kerja namun bagi workaholic waktu luang merupakan penghambat pekerjaan bagi mereka. Workaholic adalah orang yang terlalu over dalam bekerja, yang initinya tidak baik dan tidak sehat terhadap diri. Waktu luang memang baiknya digunakan secara positif. Menurut (Hans,2006) para psikolog sependapat bahwa kemampuan mengendalikan diri dalam mengelolakan waktu adalah kunci memperoleh rasa bahagia, percaya diri, kesehatan dan kesejahteraan.
Sekian pembahasan yang dapat saya tulis, jika ada yang kurang dan salah mohon maaf yaa.. terimakasih ^^
SUMBER:
- Munandar, Ashar Sunyoto. (2008). PSIKOLOGI INDUSTRI dan ORGANISASI. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
- Hans, Jen, 2006. Strategi Pengembangan Diri,Jakarta : Personal development Training
Keterpaksaan memang menuntut kita untuk menyesuaikan diri dengan terpaksa. Karena pada dasarnya kita tidak suka. Nah, bicara masalah suka atau tidak ini yang akan mempengaruhi kepuasaan bekerja. ( Menurut Howell and dipboye, dalam munandar 2008) kepuasan kerja sebagai keseluruhan dari pengukuran suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari setiap apa yang dikerjakannya. Dari situlah dapat dikatakan kepuasan kerja mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya. Jika hal ini yang terjadi maka motivasi kerja yang turut berperan. Seperti teori keadilan dan teori harapan. Teori keadilan yang dikembangkan oleh adams mengatakan bahwa masukan harus sesuai dengan keluaran, dapat dikatakan juga atas apa yang diupayakan untuk perusahaan dari tenaga kerja. Contoh, jumlah jam kerja,pengalaman,tingkat pendidikan. Dimana hal-hal tersebut harus sesuai dengan imbalan penghasilan/gaji. Di teori harapan yang dikembangkan oleh Vroom yang inti dari isinya yaitu; bahwa upaya tenaga kerja yang mengarah pada prilaku unjuk kerja yang dituju,setelahnya keluaran tertentu akan didapat dari hasil unjuk kerja tadi. Seperti yang sudah saya pelajari di SMA melalui mata pelajaran Ekonomi, Biasanya sebelum bekerja terjadi penawaran dan permintaan oleh perusahaan dan tenaga kerja. Permintaan merupakan bagaimana perusahaan mampu membayar per unit tenaga kerja. Penawaran merupakan kinerja yang akan diberikan atau ditawarkan oleh tenaga kerja di perusahaan dengan pengukuran tinggkat upah. Ya ini memang tergantung keahlian dan tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan dan keahlian semakin tinggi pula mereka akan tawar-menawar upah/gaji ditambah dengan banyaknya perusahaan yang meminta (mencari) tenaga kerja tersebut. Nah, Sesuai bukan dengan bunyi hukum penawaran dan permintaan ekonomi yang sebenarnya :D. Dari faktor inilah yang nantinya muncul perubahan dalam persediaan dan permintaan pekerjaan serta tenaga kerja. Untuk tenaga kerja yang seperti ini juga ialah orang-orang yang memiliki self esteem tinggi. Dimana mereka merasa bahwa orang atau perusahaanlah yang membutuhkan mereka bukan mereka. Ok, katakanlah mereka orang yang beruntung, mengapa? Karena pekerjaan telah menjemput mereka bukan mereka yang menjemput pekerjaan. Namun terkadang, jika rasa bosan mereka pada pekerjaan tersebut tak enggan atau ragu bagi mereka untuk berganti pekerjaan. Bisa mereka mengajukan pengunduran diri/keluar (resine) dari perusahaan tersebut,mengajukan diri untuuk oposisi,dsb. Negatifnya memang ini terlihat merepotkan perusahaan yang telah mempekerjakan mereka karena bisa kita bayangkan jika tenaga kerja tersebut atau yang diminta jarang ada. positifnya adalah mereka (tenaga kerja) merupakan orang yang berani untuk membentuk karir selanjutnya yang mungkin lebih baik bagi dirinya.
Baiklah kita tinggalkan mengenai pekerjaan. Selanjutnya waktu luang.
Waktu luang di pekerjaan adalah waktu untuk melepas penat,bosan,lelah dan terutama agar terhindar dari stress setelah seminggu bekerja. Mengapa saya katakan seminggu? Karena sebagian besar orang memiliki waktu luang di akhir pekan. Hal yang biasa dilakukan paling tidak yaitu jalan-jalan ke luar kota dengan keluarga, dengan tujuan merefreshkan pikiran agar ketika masuk kerja konsentrasi dan semangat meningkat. Waktu luang memang dinantikan oleh para tenaga kerja namun bagi workaholic waktu luang merupakan penghambat pekerjaan bagi mereka. Workaholic adalah orang yang terlalu over dalam bekerja, yang initinya tidak baik dan tidak sehat terhadap diri. Waktu luang memang baiknya digunakan secara positif. Menurut (Hans,2006) para psikolog sependapat bahwa kemampuan mengendalikan diri dalam mengelolakan waktu adalah kunci memperoleh rasa bahagia, percaya diri, kesehatan dan kesejahteraan.
Sekian pembahasan yang dapat saya tulis, jika ada yang kurang dan salah mohon maaf yaa.. terimakasih ^^
SUMBER:
- Munandar, Ashar Sunyoto. (2008). PSIKOLOGI INDUSTRI dan ORGANISASI. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
- Hans, Jen, 2006. Strategi Pengembangan Diri,Jakarta : Personal development Training
Subscribe to:
Posts (Atom)