Wednesday, March 28, 2012

BBM oh BBM

Blackberrry messanger? Oh bukan, yup. BBM disini Bahan Bakar minyak yang namanya sedang ‘melejit’ ini yang kabarnya awal april 2012 nanti akan dinaikan Rp.1.500,00./liter nya. Menimbulkan pro-kontra, hal yang ‘gampang-gampang susah’ ini memang menyangkut hajat orang banyak. Mengingat juga tingkat kemiskinan di Indonesia tak kunjung turun. Jika dimata pemerintah alasan tersebutlah BBM dinaikan karena itu akan disubsidikan. Namun seperti biasa, masyarakat tak percaya begitu saja disubsidikan untuk yang ‘dibawah’ atau disubsidikan ke ‘kantong-kantong’ yang semakin tebal? Humm.. Yak. Tidak ada yang tau hal ini. Yang jelas kenaikan BBM ini malah menimbulkan petaka dimana-mana. Aksi demonstrasi yang kemarin dilakukan massa serentak di 33 provinsi kemarin berujung bentrok sekaligus jatuh korban. Di wilayah Gambir,Jakarta saja sekitar 30 aparat keamanan serta mahasiswa luka parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Terpikir kah di benak anda hanya karena perkara ‘RP.1.500,00’ ini berujung kerugian yang sangat banyak,menjatuhkan korban,bentrokan massa-polisi dihujani gas air mata & bom molotov yang tentunya meresahkan warga, jalan-jalan utama di Jakarta ditutup karena aksi demonstrasi, ditambah lagi sore kemarin wilayah jabodetabek di guyur hujan serta angin kencang. Terbayang sudah bagaimana keadaan saat itu, tak ada aksi-demo saja Jakarta macet apalagi seperti itu. Dari yang saya ketahui setiap ada kenaikan BBM hasilnya memang disubsidikan untuk masyarakat bawah, bisa melalui tambahan untuk BLT atau BLS. Saya juga sempat mendiskusikan ini dengan teman-teman yang pro berpendapat . “kalau emang ini untuk masyarakat bawah dan hasilnya jelas dialirkan kemana, setuju lah karena kan untuk kebaikan masyarakat juga, lagian juga Cuma jadi Rp.6000,00 aja repot banget di papua aja yg satu liter bensinnya Rp.12.000,00 santai2 aja, BBM-an ratusan ribu bisa masa yang ini aja pake bikin2 perkara alah gimana mw maju indonesia”. Yak itu pendapat dari kami mahasiswa psikologi yang dasarnya kami kaitkan dengan psikologi sosial ya sepertinya ini salah satu patologis masyarakat Indonesia. Dari salah satu parpol di pihak kontra berpendapat bahwa “kenaikan BBM ini malah menambah beban APBN dan kalau seperti ini rakyat jadi korban”. Dengan menuainya pro dan kotra ini mau tidak mau BBM harus dinaikan mengingat juga karena persediaan minyak bumi semakin terbatas. ketua BUMN telah menuturkan bahwa “BBM harus segera dinaikan jika tidak maka sekitar tahun 2016 akan habis”. Tapiiiii namanya juga masyarakat ‘cerdik’ yah sebelum pemerintah mempublikasikan bahwa BBM akan dinaikan mereka sudah terlebih dahulu menimbunnya untuk diseludupkan juga ke daerah lain, ow ow ini tak patut dicontoh ya saudara sekalian. Dibeberapa daerah aparat kepolisian yang memeriksa muatan truk telah menangkap tangan truk yang membawa hasil timbunan ribuan ton BBM yang ditutupi karung berisi gabah agar polisi tak mengira itu timbunan BBM. Dari segi ekonomi memang ini memberatkan rakyat, akibat kenaikan BBM tentunya harga sembako dan ongkos transportasi umum menjadi naik namun dengan itu tentunya pemerintah tak lepas tanggung jawab melainkan tetap menyiapkan bantuan langsung sementara,bantuan langsung tunai dan lainnya. Keputusan yang terbaik memang ada dipemerintah asalkan benar-benar memihak rakyat. Sebagai warga negara yang baik, naik atau tidaknya BBM hanya pintar-pintar kita saja untuk mengikuti kebijakan. Selama rakyat Indonesia sejahtera dan tingkat garis kemiskinan menurun tentunya hal inilah yang menjadi tujuan utama. Saya menambahkan sedikit untuk teman-teman mahasiswa yang memang kontra dengan hal ini (dari hati), ber-demonstrasi aksi lah yang tertib, tidak bentrok,tidak menimbulkan perpecahan,tidak merusak sarana prasarana kota yang ada sehingga tidak meresahkan warga. Karena kita mahasiswa yang terpelajar sekaligus generasi penerus bangsa maka saya yakin kalau kita bisa lebih cerdas d alam menyampaikan aspirasi rakyat.
Hidup Mahasiswa,
Hidup Rakyat Indonesia,




NB: Informasi yang tertera didapatkan dari berbagai sumber berita

Wednesday, March 21, 2012

Tugas dan Tulisan I Kesehatan Mental

SEHAT, mendengar kata itu tentu semua orang menginginkannya, Baik yang sedang sakit ataupun yang memang dalam keadaan baik-baik saja. Secara medis, sehat berarti tidak sakit (fisik),mampu untuk melakukan aktifitas dengan baik,dan bugar. Secara psikologis, sehat berarti tidak sakit (secara mental). Dimaksudkan lagi, sehat dalam pikiran dan mental, pola pikir, tingkahlaku, rohaniah, bersosialisasi dan spiritual. Menurut Jen hans(2006), diri dan pribadi yang sehat adalah diri yang ingin sukses dan mengembangkan baik untuk kesuksesan fisik,intelektual,emosi,sosial,finansial dan spiritual. Yup, sehat fisik dan psikologis atau orang biasa katakan sehat lahir dan bathin merupakan keseimbangan dari ‘hidup sehat’. Tidak akan berarti apa-apa jika sehat secara fisik namun psikologis tidak, begitupun sebaliknya. Dewasa ini, beberapa orang memang sehat secara fisik namun tidak pada psikologisnya. Seperti yang dialami oleh anak angkat wakil bupati yang juga mantan aktor ini (RK), yang berinisial R. Sang ayah angkat terkejut mendengar anaknya terlibat narkoba, yang diberitakan saat ini sedang ditahan di kepolisian bandara bersama seorang teman wanitanya . Saat kecil R memang diketahui mengidap bipolar yang mengharuskan dirinya mengkonsumsi obat penenang. Beberapa psikolog berpendapat bahwa R mengidap bipolar sejak kecil diduga karena tekanan secara mental, dimana R kerap menjadi bahan ejekan teman-temannya karena R bukan anak kandung dari RK melainkan anak angkat. Hal ini juga yang menjadikan R seorang yang intovert. Bipolar merupakan salah satu gangguan mood dimana keadaan seseorang yang tenang namun secara tiba-tiba berprilaku dan berpikir diluar kendali. Ini hanya salah satu dari sekian banyak contoh kasus yang ada. Sehat secara fisik tak berarti mulu sehat secara psikologis. Konsep sehat sendiri adalah konsep yang disadari oleh diri manusia berbagai usaha yang dilakukan untuk tetap sehat. Tentunya ini berhubungan dengan apa yang ada di alam dan hal yang dilakukan telah menjadi kebiasaan kita, seperti secara fisik tubuh ini butuh energi, mengatur emosi disaat-saat tertentu, intelektual yang harus selalu ditingkatkan, menjalankan kegiatan rohaniah agar hati terasa damai, sosialisasi untuk mengenal banyak orang serta spiritual dimana kita sebagai individu diwajibkan untuk bisa mendekatkan diri dengan Tuhan. Untuk lebih jelasnya, berikut dimensi-dimensi dari sehat;
Sehat jasmani/fisik
Disini manusia harus lebih bisa untuk memperhatikan diri sendiri untuk kesehatannya. Mulai dari pola makan,olah raga,pola dan jam tidur yang cukup, serta kegiatan lain yang sekiranya imbang dengan kemampuan fisik.
Sehat mental
Sebenarnya orang belum begitu memperhatikan kesehatan mental mereka,bagaimana keadaan mental, stabilkah atau sedang tidak stabil. Bagi awam jika fisik baik-baik saja maka tak ada masalah dengan mental, padahal tidak seperti itu. Ok, untuk mudahnya begini saja, jika kita dalam keadaan tidak stres,tenang,positif thinking selalu, terhindar dari ketidakbahagiaan,dsb. maka artinya mental kita dalam keadaan ‘baik/sehat’
Sehat sosial
Ya, tentu saja orang yang sehat pasti bisa bergaul dengan baik, bersosialisasi,mencari dan punya banyak teman merupakan hal yang dijalani orang-orang pada umumnya.
Sehat spiritual
Sebagai individu yang normal tentunya kita ingin selalu untuk bisa dekat dan mendekatkan diri dengan Tuhan, agar apa yang kita jalani dan kerjakan didunia ini imbang dengan kegiatan di akhirat nanti.



1. Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental?

Kesehatan mental. Apa yang terlintas dipikiran anda jika mendengar kalimat itu? Hemm, yak agak berat memang terdengarnya. Jangankan Kehatan mental terkadang kesehatan jasmani saja sering terabaikan tanpa kita sadari. Adanya kesehatan mental tentunya karena dahulu sudah ada atau bahkan banyak yang mengalami gangguan mental. Lalu bagaimana sejarahnya? Terdapat perkembangan darimana saja kesehatan mental itu? Berikut penjelasannya;
A. Gangguan Mental Tidak Dianggap Sebagai Sakit
- Tahun 1600 dan sebelumnya
Dahulu masyarakat menganggap kalau orang yang mengalami gangguan mental itu karena mereka tengah dirasuki roh-roh yang ada disekitar. Karena itulah mereka tidak dianggap sehingga mereka tidak diasingkan dan masih mendapat tempat dimasyarakat.
- Tahun 1692
Akibat dari sebuah pengaruh para imigran Eropa yang beragama nasrani, menganggap bahwa di Amerika orang yang bergangguan mental karena terkena sihir/guna-guna atau dirasuki setan. Secara umum kabar ini diterima oleh masyarakat sehingga bagi mereka yang dianggap memiliki sihir dibenci oleh sekitar. Bahkan pengadilan pernah memvonis 19 orang untuk digantung karena dianggap memiliki kekuatan sihir.

B. Gangguan Mental Dianggap Sebagai Sakit


- Tahun 1724
Pendeta cotton mather (1663-1728) berpendapat bahwa takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa disusul juga ada kemajuan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa tersendiri. Disini benih-benih pendekatan secara medis mulai dikenalkan, dimana berperan sebagai pemberi penjelasan masalah kejiwaan/akibat gangguan yang terjadi ditubuh.
- Tahun 1812
Medical inquiries and observations upon disease of the mind merupakan buku teks psikiatri Amerika pertama yang publikasikan oleh Benjamin Rush (1745-1813) yang menjadi salah satu pengacara mula-mula yang menangani masalah dengan secara manusiawi untuk penyakit mental.
- Tahun 1843
Terdapat kurang lebih 24 rumah sakit, namun yang ada hanya 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di Amerika Serikat.
- Tahun 1908
Manik depresif yang diderita oleh Clifford beers (1876-1943) pada tahun 1900. Beliau merupakan lulusan yale dan seorang bisnisman, yang kemudian mengalami gangguan setelah sakit. Beers dimasukan ke rumah sakit mental swasta di Connectticut setelah mencoba bunuh diri. Lepas dari itu beers kemudian mendirikan masyarakat connecticcut untuk mental hiegine yang kemudian berikutnya berubah menjadi Komite Nasional untuk mental hiegiene yang merupakan pendahulu asosiasi kesehatan mental nasional sampai sekarang ini.
- Tahun 1909
Sigmund freud mendatangi amerika dan mengajar psikoanalisa di Clark University,worcester,massachutetts.
- Tahun 1910
Emil kreaplin pertama kali menggambarkan penyakit alzheimer. Beliau juga yang mengembangkan alat tes yang mampu untuk mendeteksi adanya gangguan epilepsi.
- Tahun 1918
Di amerika asosiasi psikoanalisa telah membuat aturan bahwa hanya orang yang telah lulus dari sekolah kedokteran dan menjalankan praktek psikiatri yang dapat menjadi calon untuk pelatihan psikoanlisa.
- Tahun 1920
Harry stack sullivan yang mengawasi pasien skizofrenia di rumah sakit sheppard-pratt hospital menunjukan pengaruh lingkungan terapeutik ketika para pasien dapat dikembalikan ke masyarakat.
- Tahun 1930
Psikiatri mulai menginjeksikan insulin yang menyebabkan shock dan koma sementara sebagai suatu treatment untuk penderita skizofrenia.
- Tahun 1936
Agas moniz mempublikasikan suatu laporan mengenai lobotomi frontal manusia yang pertama.
- Tahun 1940
Pada tahun ini sampai 1950an dimulainya perawatan penyakit mental di inggris.
- Tahun 1947
Fountain house di new york city memulai rehabilitasi psikiatrik untuk orang yang mengalami sakit mental.
- Tahun 1950
Terdapatnya lembaga NAMH (national association of mental health). Lembaga baru ini melanjutkan misi beers dengan lebih jelas. NAMH melanjutkan mendidik publik amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.
- Tahun 1952
Adanya chlorpromazine yaitu obat antipsikopatik konvensional pertama diperkenalkan untuk menangani pasien skizofrenia dan gangguan mental yang terkait.
- Tahun 1960-an
Pada masa ini segala hal yang tabu terkait dengan gangguan mental mulai dibuka dan didiskusikan secara umum.

C. Gangguan Mental Dianggap Sebagai Bukan Sakit
- Tahun 1961
Thomas szacz yang mengemukakan dasar teori bahwa “sakit mental” sebenarnya tidaklah benar-benar sakit, akan tetapi tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus beraksi terhadap lingkungan.
- Tahun 1962
Ada sekitar 422.000 orang yang tinggal dirumah sakit untuk perawatan psikiatris di Amerika Serikat.
- Tahun 1997
Ditahun ini para peneliti mengemukakan hasil penelitian mereka bahwa kaitan genetik pada gangguan bipolar menunjukan bahwa penyakit ini diturunkan.


A. mengenai perkembangan kepribadian seseorang menurut teori Erik H Erikson;

1. Basic Trust vs Mistrust (infancy 0-1tahun)
Ini merupakan tahap dimana bayi mengenal lingkungan sekitar. Mempercayai vs tidak percaya ini terlihat kecenderungan bahwa prilaku bayi dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Seperti halnya yang biasa kita lihat jika bayi dipangku oleh orang yang selain ibu maka ia menangis, itu karena masa adaptasi si bayi dengan lingkungan. Tentunya yang berperan penting di tahap ini adalah orangtua.
2. Autonomy vs Shame and Doubt (early childhood 1-3tahun)
Ditahap ini secara motorik anak sudah mulai bisa merangkak,duduk,berdiri,jalan termasuk menggenggam botol susu dengan baik tanpa di bantu orangtuanya. Diiringi dengan perkembangan motorik anak diajarkan untuk mampu melakukan hal itu dengan sendirinya tanpa bantuan, seperti jika anak berjalan biasanya dia menggandeng tangan orang yang mendampinginya, bisa juga dengan diiringi perintah ‘ayoo adek maju,jalan terus’ dan ketika menghampiri biasanya dia langsung memeluk sebagai tanda bahwa dia telah berhasil. Namun ada juga anak yang malu-malu dan ragu, ketika diajarkan jalan, jika yang tadinya kita gandeng lalu dilepas biasanya menangis, ini menunjukan bahwa anak tersebut belum yakin dengan kemampuan motoriknya.
3. Initiative vs Guilt (preshool age 4-5tahun)
Ini merupakan masa dimana anak mengembangkan kecakapan atau keahlian yang dia miliki. Dengan diambang keterbatasan akalnya anak juga terkadang melakukan kesalahan, hal ini ini pun dapat membuat anak merasa jadi bersalah dan mengalami beberapa hambatan sehingga dia suatu saat dia tidak lagi mengembangkan kecakapannya. Di tahap ini keinginan dan kemampuan anak untuk belajar sangat besar dan sudah merasa memiliki tujuan. Peran orangtua dan lingkungan sekitar yang mendukung anak melalui tahap ini. Salah satu hal yang mereka lakukan biasanya bernyanyi, awal dengan pengucapan lirik yang salah, nada yang kurang tepat sering kali menjadi tolak ukur orang yang mendengarnya (orangtua,kakak). Jika anak melakukan hal berikut maka dalam mengomentari harus hati-hati, bahkan diharuskan memberi pujian agar anak yakin secara perlahan bahwa dengan apa yang dia kerjakan atas kemampuan dirinya tanpa banyak melakukan kesalahan.

4. Industry vs Inferiority (schoolage 6-11tahun)
Sebagai kelanjutan dari tahap sebelumnya, anak mulai aktif dengan mempelajari lingkungan sekitar, motivasi untuk belajar terhadap lingkungannya sangat besar. Namun dengan adanya keterbatasan yang juga dia miliki itulah yang membaut dirinya merasa sukar untuk belajar, dari hambatan hingga kegagalan yang terkadang merasa rendah diri. Sebenarnya di tahap ini merupakan proses dimana daya juang anak dalam belajar, merasakan bagaimana rasanya berhasil dengan apa yang dilakukannya adalah hasil yang didapat sebagai tolak ukur untuk menyelesaikan atau melewati tuntutan selanjutnya. Orangtua serta guru yang berperan penting disini, karena dengan adanya mereka anak merasa mendapatkan kebutuhan yang diperlukannya.

5. Identity vs identity confusion (adolence 12-20tahun)
Di tahap kelima perkembangan ini terlihat dimana remaja mencoba mengembangkan pemahaman diri yang koheren, termasuk peran yang akan dijalaninya di lingkungan luar. (menurut Erikson dalam Papalia, 2009) remaja membentuk identitas mereka dengan menggabungkan identifikasi sebelumnya menjadi “struktur psikologis baru, lebih besar dari bagian jumlah yang membentuknya”. Identitas yang terbentuk saat remaja menyelesaikan tiga persoalan besar, yakni: pilihan pekerjaan, pemilihan nilai-nilai untuk diterapkan dalam hidup, dan identitas perkembangan seksual yang memuaskan. (papalia, 2009) “krisis identitas” jarang terselesaikan secara penuh dimasa remaja, isu-isu yang berkaitan dengan identitas akan muncul kembali berulang kali sepanjang masa kehidupan dewasa. Pencarian jati diri serta menghindari peran ganda adalah tugas utama ditahap ini, Guncangan secara emosi dan mental yang merupakan tolak ukur dan tentunya membuat remaja labil dalam berbuat.
Eksternal yang berperan penting ditahap ini, karena remaja cenderung lebih peka dengan teman-temannya dibanding orangtua.

6. Intimacy vs Isolation (young adulthood 21-40tahun)
Masa dewasa awal yang dituntut untuk saling berkomitmen atau menghadapi rasa pengasingan diri dan keterpakuan dalam diri sendiri (Erikson, dalam Papalia 2009 hal. 169). Membina hubungan secara lebih luas dan mendalam dalam tahap ini membuat dewasa awal belajar bagaimana memiliki ikatan yang kuat dan berkomitmen, Menyatukan hubungan yang tadinya renggang atau lebih mengakrabkan lagi. Ini merupakan masa transisi yang berat, tidak hanya dewasa awal yang melakukan trasisi namun para orangtua mereka juga mengalami transisi dimana untuk bisa melepas anak-anak mereka menikah.

7. Generativity vs stagnation (middle adulthood 41-65tahun)
Dewasa yang matang ada ditahapan ini, dimana keperdulian dalam membangun,membimbing, serta mengajak generasi berikutnya untuk mengikuti jejak dirinya. Jika dalam tahap ini tidak mampu dilaksanakan biasanya mengalami rasa ketersendatan atau ketiadaan hidup. Krisis paruhbaya sering juga disebutkan ditahap ini, dalam perkembangan kepribadian serta gaya hidup yang menjadikan mereka “puber kedua” ketika bberada diusia 40an. Berkaitan dengan tahapan sebelumnya ketika mereka diharuskan melepaskan anak-anak pergi (menikah) atau disebut juga tahap ‘emptynest’ yang dengan artinya tanggung jawab orangtua telah usai. Ditahap ini juga merupakan titik puncak dari kurva pernikahan yang berbentuk U.

8. Ego Integrity vs Despair (Senscence +65 tahun)

Sampailah pada masa akhir kehidupan, setelah merasakan ‘emptynest’ tadi tentunya ditahap ini telah bertambah peran sebagai nenek/kakek. Ditahap ini memang selalu didekatkan dengan kematian. Yak, menghadapi kematian orang yang dicintai memnag cukup sulit dalam keadaan normal, terbukti dari mengalami breavement (kehilangan) karena proses menyesuaikan terhadap kehilangan tersebut.


B. Selanjutnya mengenai perkembangan kepribadian Sigmund Freud (psikoseksual)

1. Masa Oral (0-18bulan)
Dimasa ini tugas perkembangan dari anak adalah menghisap. Pusat kenikmatan pada bayi terletak dimulutnya, seperti menyusui, baik dari ASI maupun botol susu. Disini peran ibu sangat penting karena merupakan objek terdekat anak.
2. Masa Anal (1-3tahun)
Ini tahapan dimana anak diajarkan sudah mampu untuk tau bagaimana bertanggung jawab,serta berlaku disiplin atas suatu hal yang dilakukan secara tertentu. Pusat kenikmatannya bersumber pada anus, disini anak menerapkan kedisiplinannya melalui toilet training.
3. Masa Falik (3-5tahun)
Anak sudah mulai menimbulkan rasa kedekatan pada orangtua lawan jenis, seperti anak perempuan mengalami keterdekatan pada ayahnya (elektra kompleks), pada anak lali-laki dengan ibu (oudipus kompleks), oleh karena itu orangtua diharapkan untuk berhati-hati pada prilaku mereka, sadar atau tidak anak sering memperhatikannya sebagai model. Pusat kepuasan terletak pada daerah kelamin.
4. Masa Laten (5-12)
Konflik yang terjadi pada masa ini adalah sosialisasi. Dimana anak lebih senang bergaul dengan teman-teman sejenis, selain merasa nyaman mereka juga meresa terlindungi. Fase laten sering disebut masa ‘homoseksual alamiah’, ini terjadi atas perkembangan motorik dan kognitif anak.
5. Masa Genital (+12tahun)
Pubertas yang ditandai dengan sudah masaknya alat-alat reproduksi yang pusat kepuasannya terletak pada daerah kelamin. Masa-masa ‘keterdekatan’ kedua setelah orangtua ini membuat individu merasa berepngaruh kuat untuk masa depan.


C. Apa itu kepribadian sehat?
Kepribadian sehat terlihat dari keberhasilan individu melalui tugas-tugas dari masa perkembangan yang ada. Karena pada dasarnya orang yang berkepribadian sehat itu ada dalam kurva normal secara statistik dalam arti juga hidup sebagimana manusia secara mayoritas. Tidak dipojokan pada hal bahwa kita harus sama dengan yang lain melainkan kita harus mengoptimalkan self efficacy. Jadi, kepribadian sehat tak melulu dengan fisik sempurna,dsb. Namun untuk menjadi sesuai dengan kompetensi yang kita miliki dan terus mengembangkannya.
















DAFTAR PUSTAKA
- Schultz, Duane, 1991. Psikologi Pertumbuhan Model-Model Kepribadian Sehat, Yogyakarta : Kanisius
- Prabowo, Hendro,dkk.1996. Psikologi Umum I, Jakarta : Universitas Gunadarma
- Prabowo, Hendro, dkk.1998. Psikologi Umum II, Jakarta : Universitas Gunadarma
- Siswanto, 2007. Kesehatan Mental, Yogyakarta : Andi Yogyakarta
- Hans, Jen, 2006. Strategi Pengembangan Diri,Jakarta : Personal development Training
- Papalia,olds,dkk. 2009. Human Development,Jakarta : Salemba Humanika
- Halgin, Whitbourne. 2011. Psikologi Abnormal, Jakarta : Salemba Humanika

TUGAS I Kesehatan Mental

1. Jelaskan apa itu konsep sehat beserta dimensinya?
SEHAT, mendengar kata itu tentu semua orang menginginkannya, Baik yang sedang sakit ataupun yang memang dalam keadaan baik-baik saja. Secara medis, sehat berarti tidak sakit (fisik),mampu untuk melakukan aktifitas dengan baik,dan bugar. Secara psikologis, sehat berarti tidak sakit (secara mental). Dimaksudkan lagi, sehat dalam pikiran dan mental, pola pikir, tingkahlaku, rohaniah, bersosialisasi dan spiritual. Menurut Jen hans(2006), diri dan pribadi yang sehat adalah diri yang ingin sukses dan mengembangkan baik untuk kesuksesan fisik,intelektual,emosi,sosial,finansial dan spiritual. Yup, sehat fisik dan psikologis atau orang biasa katakan sehat lahir dan bathin merupakan keseimbangan dari ‘hidup sehat’. Tidak akan berarti apa-apa jika sehat secara fisik namun psikologis tidak, begitupun sebaliknya. Dewasa ini, beberapa orang memang sehat secara fisik namun tidak pada psikologisnya. Seperti yang dialami oleh anak angkat wakil bupati yang juga mantan aktor ini (RK), yang berinisial R. Sang ayah angkat terkejut mendengar anaknya terlibat narkoba, yang diberitakan saat ini sedang ditahan di kepolisian bandara bersama seorang teman wanitanya . Saat kecil R memang diketahui mengidap bipolar yang mengharuskan dirinya mengkonsumsi obat penenang. Beberapa psikolog berpendapat bahwa R mengidap bipolar sejak kecil diduga karena tekanan secara mental, dimana R kerap menjadi bahan ejekan teman-temannya karena R bukan anak kandung dari RK melainkan anak angkat. Hal ini juga yang menjadikan R seorang yang intovert. Bipolar merupakan salah satu gangguan mood dimana keadaan seseorang yang tenang namun secara tiba-tiba berprilaku dan berpikir diluar kendali. Ini hanya salah satu dari sekian banyak contoh kasus yang ada. Sehat secara fisik tak berarti mulu sehat secara psikologis. Konsep sehat sendiri adalah konsep yang disadari oleh diri manusia berbagai usaha yang dilakukan untuk tetap sehat. Tentunya ini berhubungan dengan apa yang ada di alam dan hal yang dilakukan telah menjadi kebiasaan kita, seperti secara fisik tubuh ini butuh energi, mengatur emosi disaat-saat tertentu, intelektual yang harus selalu ditingkatkan, menjalankan kegiatan rohaniah agar hati terasa damai, sosialisasi untuk mengenal banyak orang serta spiritual dimana kita sebagai individu diwajibkan untuk bisa mendekatkan diri dengan Tuhan. Untuk lebih jelasnya, berikut dimensi-dimensi dari sehat;
Sehat jasmani/fisik
Disini manusia harus lebih bisa untuk memperhatikan diri sendiri untuk kesehatannya. Mulai dari pola makan,olah raga,pola dan jam tidur yang cukup, serta kegiatan lain yang sekiranya imbang dengan kemampuan fisik.
Sehat mental
Sebenarnya orang belum begitu memperhatikan kesehatan mental mereka,bagaimana keadaan mental, stabilkah atau sedang tidak stabil. Bagi awam jika fisik baik-baik saja maka tak ada masalah dengan mental, padahal tidak seperti itu. Ok, untuk mudahnya begini saja, jika kita dalam keadaan tidak stres,tenang,positif thinking selalu, terhindar dari ketidakbahagiaan,dsb. maka artinya mental kita dalam keadaan ‘baik/sehat’
Sehat sosial
Ya, tentu saja orang yang sehat pasti bisa bergaul dengan baik, bersosialisasi,mencari dan punya banyak teman merupakan hal yang dijalani orang-orang pada umumnya.
Sehat spiritual
Sebagai individu yang normal tentunya kita ingin selalu untuk bisa dekat dan mendekatkan diri dengan Tuhan, agar apa yang kita jalani dan kerjakan didunia ini imbang dengan kegiatan di akhirat nanti.



2. Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental?

Kesehatan mental. Apa yang terlintas dipikiran anda jika mendengar kalimat itu? Hemm, yak agak berat memang terdengarnya. Jangankan Kehatan mental terkadang kesehatan jasmani saja sering terabaikan tanpa kita sadari. Adanya kesehatan mental tentunya karena dahulu sudah ada atau bahkan banyak yang mengalami gangguan mental. Lalu bagaimana sejarahnya? Terdapat perkembangan darimana saja kesehatan mental itu? Berikut penjelasannya;
A. Gangguan Mental Tidak Dianggap Sebagai Sakit
- Tahun 1600 dan sebelumnya
Dahulu masyarakat menganggap kalau orang yang mengalami gangguan mental itu karena mereka tengah dirasuki roh-roh yang ada disekitar. Karena itulah mereka tidak dianggap sehingga mereka tidak diasingkan dan masih mendapat tempat dimasyarakat.
- Tahun 1692
Akibat dari sebuah pengaruh para imigran Eropa yang beragama nasrani, menganggap bahwa di Amerika orang yang bergangguan mental karena terkena sihir/guna-guna atau dirasuki setan. Secara umum kabar ini diterima oleh masyarakat sehingga bagi mereka yang dianggap memiliki sihir dibenci oleh sekitar. Bahkan pengadilan pernah memvonis 19 orang untuk digantung karena dianggap memiliki kekuatan sihir.

B. Gangguan Mental Dianggap Sebagai Sakit


- Tahun 1724
Pendeta cotton mather (1663-1728) berpendapat bahwa takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa disusul juga ada kemajuan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa tersendiri. Disini benih-benih pendekatan secara medis mulai dikenalkan, dimana berperan sebagai pemberi penjelasan masalah kejiwaan/akibat gangguan yang terjadi ditubuh.
- Tahun 1812
Medical inquiries and observations upon disease of the mind merupakan buku teks psikiatri Amerika pertama yang publikasikan oleh Benjamin Rush (1745-1813) yang menjadi salah satu pengacara mula-mula yang menangani masalah dengan secara manusiawi untuk penyakit mental.
- Tahun 1843
Terdapat kurang lebih 24 rumah sakit, namun yang ada hanya 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di Amerika Serikat.
- Tahun 1908
Manik depresif yang diderita oleh Clifford beers (1876-1943) pada tahun 1900. Beliau merupakan lulusan yale dan seorang bisnisman, yang kemudian mengalami gangguan setelah sakit. Beers dimasukan ke rumah sakit mental swasta di Connectticut setelah mencoba bunuh diri. Lepas dari itu beers kemudian mendirikan masyarakat connecticcut untuk mental hiegine yang kemudian berikutnya berubah menjadi Komite Nasional untuk mental hiegiene yang merupakan pendahulu asosiasi kesehatan mental nasional sampai sekarang ini.
- Tahun 1909
Sigmund freud mendatangi amerika dan mengajar psikoanalisa di Clark University,worcester,massachutetts.
- Tahun 1910
Emil kreaplin pertama kali menggambarkan penyakit alzheimer. Beliau juga yang mengembangkan alat tes yang mampu untuk mendeteksi adanya gangguan epilepsi.
- Tahun 1918
Di amerika asosiasi psikoanalisa telah membuat aturan bahwa hanya orang yang telah lulus dari sekolah kedokteran dan menjalankan praktek psikiatri yang dapat menjadi calon untuk pelatihan psikoanlisa.
- Tahun 1920
Harry stack sullivan yang mengawasi pasien skizofrenia di rumah sakit sheppard-pratt hospital menunjukan pengaruh lingkungan terapeutik ketika para pasien dapat dikembalikan ke masyarakat.
- Tahun 1930
Psikiatri mulai menginjeksikan insulin yang menyebabkan shock dan koma sementara sebagai suatu treatment untuk penderita skizofrenia.
- Tahun 1936
Agas moniz mempublikasikan suatu laporan mengenai lobotomi frontal manusia yang pertama.
- Tahun 1940
Pada tahun ini sampai 1950an dimulainya perawatan penyakit mental di inggris.
- Tahun 1947
Fountain house di new york city memulai rehabilitasi psikiatrik untuk orang yang mengalami sakit mental.
- Tahun 1950
Terdapatnya lembaga NAMH (national association of mental health). Lembaga baru ini melanjutkan misi beers dengan lebih jelas. NAMH melanjutkan mendidik publik amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.
- Tahun 1952
Adanya chlorpromazine yaitu obat antipsikopatik konvensional pertama diperkenalkan untuk menangani pasien skizofrenia dan gangguan mental yang terkait.
- Tahun 1960-an
Pada masa ini segala hal yang tabu terkait dengan gangguan mental mulai dibuka dan didiskusikan secara umum.

C. Gangguan Mental Dianggap Sebagai Bukan Sakit
- Tahun 1961
Thomas szacz yang mengemukakan dasar teori bahwa “sakit mental” sebenarnya tidaklah benar-benar sakit, akan tetapi tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus beraksi terhadap lingkungan.
- Tahun 1962
Ada sekitar 422.000 orang yang tinggal dirumah sakit untuk perawatan psikiatris di Amerika Serikat.
- Tahun 1997
Ditahun ini para peneliti mengemukakan hasil penelitian mereka bahwa kaitan genetik pada gangguan bipolar menunjukan bahwa penyakit ini diturunkan.



DAFTAR PUSTAKA
- Schultz, Duane, 1991. Psikologi Pertumbuhan Model-Model Kepribadian Sehat, Yogyakarta : Kanisius
- Prabowo, Hendro,dkk.1996. Psikologi Umum I, Jakarta : Universitas Gunadarma
- Prabowo, Hendro, dkk.1998. Psikologi Umum II, Jakarta : Universitas Gunadarma
- Siswanto, 2007. Kesehatan Mental, Yogyakarta : Andi Yogyakarta
- Hans, Jen, 2006. Strategi Pengembangan Diri,Jakarta : Personal development Training
- Papalia,olds,dkk. 2009. Human Development,Jakarta : Salemba Humanika
- Halgin, Whitbourne. 2011. Psikologi Abnormal, Jakarta : Salemba Humanika

Sunday, January 1, 2012

Mengulas jurnal mengenai dampak baik dan buruk dari game online secara psikologis

Di tugas terakhir ini saya akan mengulas jurnal mengenai internet dan psikologi. Terlebih khusus pada game online. Saat ini dibelahan dunia manapun baik dewasa maupun anak-anak gemar terhadap game online. Mereka gemar bermain ini dikarenakan ‘ketagihan’ atas keseruannya. Selain itu game online memang mantap untuk menghilangkan kepenatan. Namun, dari pernyataan tersebut tetap terdapatlah dampak baik dan buruk secara psikologis, diantaranya yang tertulis dalam jurnal tersebut adalah;
Game online muncul tidak hanya mempengaruhi kehidupan sosial pemainnya dalam dunia nyata tetapi juga terkadang mempengaruhi kejiwaan seseorang apabila memainkannya terlalu lama. Seperti yang dilansir ketok.com, gara-gara sebuah game, seorang pemuda di amerika serikat nekad menusuk temannya sendiri. Bahkan anak-anak yang kecanduan bermain game sering membolos dari sekolahnya agar bisa melanjutkan petualangannya di dunia maya. akan tetapi dari segi bisnis, game online masih memiliki prospek bagus kedepannya. Dengan kehadiran games online ini, orang-orang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri yaitu games center, atau menjadi pengembang games sehingga dapat mengurangi angka pengangguran. Game online juga bisa meningkatkan kemampuan bekerja sama pada otak anak.
Di teori psikososial erikson aspek psikososial berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya, kemampuan anak untuk menyapa dan bermain bersama teman-teman sebayanya.
Selain dampak buruk yang sudah tertulis diatas tadi, jika anak tersebut juga sudah kecanduan game online maka fase tersebut gagal untuk dilewatinya. Ya, sudah pasti anak tersebut malah memilih bermain di dunia maya daripada harus bermain dengan teman-teman diluar sana. Jika sudah seperti ini orangtua lah yang harus menanganinya sendiri Dengan mengetahui aspek-aspek perkembangan anak, orangtua dan pendidik bisa merancang dan memberikan rangsangan serta latihan agar keempat aspek tersebut berkembang secara seimbang. Rangsangan atau latihan tidak bisa terfokus hanya pada satu atau sebagian aspek. Tentunya, rangsangan dan latihan tersebut diberikan dengan tetap memerhatikan kesiapan anak, bukan dengan paksaan.
Selanjutnya dampak baik dari game online. Setelah tadi dikatakan bahwa Game online juga bisa meningkatkan kemampuan bekerja sama pada otak anak. Terutama otak kanan,dalam arti, mereka dapat mengasah kemampuan mengatur strategi,mengoperasikan komputer,mengetik dengan cepat,melatih konsentrasi dan tidak gaptek tentunya.
Sedikit saja ulasan dari saya mengenai hal ini, terimakasih dan semoga bermanfaat.
Sumber:
1. http://www.upbn/tugas/jurnal/makalah/internet/gameonline.com/

Saturday, November 26, 2011

INTERNET dan MASA DEPAN PSIKOLOGI :)

Kuliah merupakan pendidikan tinggi yang dapat dilanjutkan setelah SMA. Menentukan jurusan untuk menuju jenjang karier. Yup, dari situ biasanya dikatakan kuliah untuk menuju jenjang karier yang ‘pasti’; pasti profesinya,pasti kedudukannya,pasti pula penghasilannya, (maksudnya ber-gaji besar). Karena itu, ketika kuliah kita sering dilemparkan pertanyaan,”sehabis kuliah ini mau jadi apa?” atau “mau kerja dimana? Kisaran penghasilannya berapa?”. Pertanyaan itu diakui oleh beberapa mahasiswa sulit untuk dijawab, alasannya karena belum ada bayangan,kuliah karena orangtua,dsb. Adapun untuk mereka yang memang kuliahnya di tuntut untuk bekerja di ‘balik meja’ nantinya, seperti, akuntansi,menegment,perbankan syariah,dst. Karena memang tidak ada pilihan lain selain harus datang ke kantor untuk bekerja, lain halnya kalau memang mereka mau berwirausaha. Yaa, itu untuk mereka yang kuliahnya secara ‘teoritis’ harus benar-benar, lalu bagaimana dengan mahasiswa psikologi seperti saya dan teman-teman yang lain? Haruskah juga kita datang ke tempat konsultasi,bertemu klien,melakukan terapi,dsb.? Jika tidak, bagaimana dengan penghasilan kita nantinya?. Yup. Tak perlu khawatir, karena di era globalisasi seperti ini semua dapat dilakukan tanpa langsung bertatap muka, kecuali jika memang perlu untuk bertemu. Internet memang memudahkan segala aktifitas kita. Untuk para pekerja psikolog baik terapis atau konsultan dapat melakukan pekerjaannya dirumah tanpa harus datang ke kantor atau lembaga tempatnya bekerja. Dewasa ini sudah ada beberapa situs psikologi. Nah, dari sinilah para psikolog nanti dapat bekerja tak hanya melakukan konsultasi tapi juga dapat memposting tulisan-tulisan mengenai psikologi. Mengenai penghasilan pun tak perlu khawatir karena cukup transfer antar bank jadi jika kita butuh bisa tarik tunai kapan saja (loh, jdi bicara uang hehe :D). Dari situ pasti muncul pertanyaan lagi, hanya dengan memposting tulisan kita bisa di bayar?bagaimana sistemnya?. Yup. Mudah sekali, dosen psikologi dan teknologi internet saya,Pak Ary Bima mengatakan, “tulisan yang anda posting,jika di-klik saja (dibuka) maka dari situlah hitungan bayaran anda”. Wahhhh, enak bukan? Hanya tinggal memposting sesuatu di situs,tak perlu pergi ke kantor sudah bisa menghasilkan uang, hayooo siapa yang mau seperti ini nantinya? ;). Seperti salah satu situs yang saya anailisis ini, psikologi zone;
Siapa yang tak tau situs ini? Ini salah satu situs psikologi yang ada, dari tampilan di atas dapat kita lihat ada beberapa menu yang bisa kita pilih dan ingin kita lihat, mulai dari berita sampai konsultasi. Di menu tab ‘ilmu psikologi’ , ‘perkembangan’ , ‘industri’ , kepribadian’ , ‘sosial’ , ‘pendidikan’ , dan ‘klinis’ berisikan teori dan materi-materi yang tak jauh dibahas di perkuliahan.
Dilihat dari polling pengunjungnya, situs ini paling banyak dikunjungi oleh pelajar, sebanyak 6896,531 votes. Biasanya mereka mencari artikel-artikel untuk tugas, termasuk saya  , selebihnya terdapat dosen,praktisi,peneliti. Biasanya juga para dosen membuka situs ini untuk bahan tambahan ajar.


Seperti yang sudah dikatakan diatas, beberapa menu yang dapat kita pilih. Seperti yang saya buka (digambar) ‘kata pakar’. Berisikan mengenai artikel-artikel permasalahan sosial yang dibahas dari sisi psikologis. Jika nanti kita bekerja dan membuat tulisan, akan ditempatkan disini. Menurut penglihatan saya, di menu tab ‘kata pakar’ ini adalah orang-orang yang sudah matang mengenai teori-teori psikologi.

Selanjutnya, di menu tab ‘konsultasi’. Tentunya berisikan mengenai masalah yang diajukan para pengunjung link untuk mendapatkan solusinya. Isi dari tulisan ini juga di tuturkan oleh para psikolog profesi (konselor,terapis,tester,dsb.) agar solusi yang diberikan sangat meyakinkan  walau Konsultasi Psikologi Zone merupakan konsultasi berbasis E-Counseling, yaitu konsultasi yang dilakukan melalui media internet. Namun, Fokus menangani masalah psikologis yang terbagi ke dalam enam kategori. Konsultasi ini bersifat gratis, rahasia, dan tidak mengikat. Fitur konsultasi ini diasuh oleh tiga psikolog profesional guna menjamin segala pertanyaan mendapat respon dan tanggapan yang dapat dipertanggungjawabkan. Disini juga terdapat profile psikolog/konselornya, seperti ini;
Demikianlah analisis situs psikologi yang saya kerjakan, semoga bermanfaat, untuk kurang dan kesalahannya mohon dimaafkan yahh ^^ thank you..
SUMBER: http://www.psikologizone.com/

Tuesday, October 25, 2011

^^About My Friend On Facebook ^^

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School diluncurankan pertama kali pada 4 februari dan awalnya hanya untuk siswa Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. definisi facebook sendiri adalah adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti sekolah, kerja, kota dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya. nah Untuk tugas yang ke-dua ini, saya akan menceritakan subjek melalui situs jejaring sosial nya, yakni, facebook. Subjek merupakan teman saya di facebook, dia juga teman saya sewaktu SMA. Sebut saja ayu (nama samaran). Saat ini subjek kuliah di Diploma IPB,semester 5 dan sebentar lagi akan menjadi sarjana muda, congrat’s you guyss..  Sejauh yang saya kenal subjek termasuk pribadi yang ‘strong’ sebagai seorang wanita,dekat dengan keluarga terutama ayah nya,teman dan sahabat-sahabat termasuk saya, dan tentunya dengan sang kekasih. Subjek juga pribadi yang realigius, Cita-cita dan impian subjek pun tak tanggung-tanggung, keinginan untuk menjadi pengusaha yang sekaligus mengentas kemiskinan di negeri ini. Penilaian tersebut saya dapat dari information profile facebook, seperti ini;





Subjek bukan termasuk orang yang membuka tentang apa yang terjadi pada dirinya secara sembarangan, atau dengan kata lain tidak blak-blakan, mungkin karena subjek juga tipe orang yang introvert, jadi subjek juga jarang bercerita atau share terhadap orang lain, dapat saya lihat dari update status nya yang satu ini,


Entah apa yang sedang dirasakannya, namun saya mempersepsikan bahwa subjek galau dengan sesuatu yang dihadapi,sehingga terlihat bosan dan tak kuasa. Tak hanya itu, dapat dilihat dengan status yang selanjutnya (dibawah), bahwa subjek selalu menyemangati diri sendiri dalam hal apapun terutama belajar. Adanya status itu pasti subjek sedang ada kuis atau UTS. hayooo belajar yaahhh jangan OL terus . Bertambah semangat lagi tentunya setelah sang kekasih comment, sekaligus menyemangati, hehe so sweet .


Seperti yang saya katakan diawal bahwa subjek sangat sayang kepada orangtua terutama sang ayah, karena itu update status subjek selanjutnya masih mengenai semangat untuk dirinya . Dari itu pun subjek menyadari bahwa jauh dari orangtua bukanlah untuk bebas tapi untuk menjaga amanah dan serius dalam belajar agar cita-cita lekas tercapai, subhanaulllah yah . #hehe taubat ye mba’.. oppss pisss .________.V . ini update nya;


Terlepas mengenai hal-hal diatas, subjek juga hobi membagi (share) link yang bermanfaat, itu untuk subjek belajar juga, agar selalu teringat dengan impiannya, dan juga subjek menambah pengalaman dan ilmu-ilmu yang diketahui melalui link-link seperti ini;



Wah semoga hobi yang satu ini menambah nilai positif dari dirinya ketika mempunyai sesuatu tidak melupakan orang lain, hebat yaa.. semoga bermanfaat deh ^_^


Namun tak hanya itu, subjek juga terkadang ‘tidak ingat’ umur, dalam arti di usianya yang seperti ini masih saja hobi menonton kartun anak-anak, haha lucu yaa :D. Dan hal ini tak terlepas dari ketertertarikan dirinya terhadap segala sesuatu yang berbau Jepang, mulai dari komik,kartun,sampai keinginannya nanti pergi ke negeri sakura tersebut. Semoga tercapai yaa . Di link yang di Share ini merupakan kartun favorit subjek ketika masih berusia 4 tahun, dan sekarang usia subjek sudah menginjak 19 tahun, huawahhhh itu kartun lima belas tahun yang lalu ^^



Subjek juga terkadang terlihat romantis di facebook dengan sang kekasih, *yup. Semoga langgeng yaa ^^*. Mulai dari saling sapa sampai berkomentar, seperti ini nih; hiyaaammpunnn unyu banget gak sihhh,, hehe :Dv


Subjek seperti ini bukan untuk pamer melainkan agar hubungan mereka tetap terjaga. Karena, meskipun mereka satu kampus yaa bisa dikatakan jarang bertemu, maklumlah karena mereka mahasiswa yang sama-sama aktif. Komunikasi tak berarti harus bertemu bukan? Jadi kalau tidak via telepon,sms,atau yaa seperti ini. Saya turut berbahagia dengan hubungan mereka karena berpacarannya lebih dari dua tahun, menurut teori atribusi, yang juga dapat diartikan bahwa hubungan tersebut dibarengi dengan mereka saling memahami dan menghargai satu sama lain, hal itu pun tak mudah untuk dijalani oleh pasangan lain so, U’re the best guys.... (y) . Selain itu, sang kekasih pun menyapa kembali di wall facebook subjek, untuk mengingatkannya agar istirahat atau yang lainnya seperti ini;




Wah memang komunikasi yang tak pernah lepas, yup. Barangkali itu salah satu resep hubungan baik mereka , apalagi sering mengingatkan untuk selalu belajar , makin semangat deh ^^,, semoga dapat di contoh oleh yang lain yaa.. :D

Selanjutnya mengenai foto-foto subjek;



Tadaaaaaa itu foto dengan sang kekasih saat mereka jalan-jalan. Yaa subjek memang lebih senang jalan-jalan melihat alam daripada pergi nonton atau berbelanja di mall, wahh pecinta alam rupanya,, lagi-lagi contoh yang baik, terus jaga dan lestarikan alam ini yaah ^^... dan foto disamping itu memang bukan dengan kekasihnya tetapi itu boneka hadiah darinya,, lucunyaa seperti yang peluk,, ._______.V



Ini dengan teman-teman kuliahnya, dari foto itu sangat terlihat keakraban dan kehangatan persahabatan subjek. Bukti otentik yang satu ini menunjukkan dari salah satunya bahwa subjek sangat care dengan teman-teman dan hobi makan tentunya ..
Yaa, hanya itu yang dapat saya ceritakan dan analisis dari subjek melalui akun facebook,semoga ada manfaat yang dapat di ambil yaah, sekian.. kamshaminda ^_^


SUMBER: http://berita.balihita.com/facebook-adalah-definisi-facebook.html

Sunday, September 25, 2011

The internet network and Future

Internet bagi saya merupakan suatu jaringan luas untuk mencari apapun,segala sesuatu yang kita ingin ketahui pasti berada di internet. Jangkauan luas mulai dari A-Z yang mempermudah pencarian, jika dahulu internet sulit untuk di dapatkan maka sekarang tidak karena hanya dengan kita mempunyai modem dan kartu perdana maka kita sudah dapat mengakses internet,untuk biaya pemakaian tinggal pilih mau yang limited atau unlimited. Dengan adanya modem yang digunakan untuk pemakaian internet maka sudah barang tentu sangat mempermudah saya sebagai mahasiswa dalam pencarian tugas,referensi pembuatan paper,dan hiburan tentunya . Sebenarnya Definisi internet adalah rangkaian atau jaringan sejumlah komputer yang saling berhubungan. Internet berasal dari kata interconnected-networking. Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan suatu jaringan (network) dengan jaringan lainnya di seluruh dunia. Media yang menghubungkan bisa berupa kabel, kanal satelit maupun frekuensi radio. Jaringan internet bekerja bekerja berdasarkan suatu protokol (aturan). TCP/IP yaitu Transmission Control Protocol Internet Protocol adalah protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan di dalam internet sehingga data dapat dikirim dari satu komputer ke komputer lainnya. Setiap komputer diberikan suatu nomor unik yang disebut dengan alamat IP. Kehebatan internet bagi mahasiswa diantaranya; Akses informasi melalui internet lebih cepat bila dibandingkan dengan mencari informasi pada halaman-halaman buku-buku di perpustakaan. Kita tinggal mengklik icon tertentu, maka apa yang kita inginkan akan muncul di layar monitor komputer kita karena Internet memberikan sambungan (konektivitas) dan jangkauan yang sangat luas sehingga akses data dan informasi tidak dibatasi waktu, tempat, dan negara, begitu pula Akses infromasi di internet tidak dibatasi oleh waktu karena dunia maya yang dihadirkan secara global tidak perneh tidur. Dengan kata lain, kita dapat melakukan pencarian informasi melalui internet kapan saja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, Tentunya internet seperti ‘malaikat’ bagi kita (mahasiswa) terutama yang sedang ada tugas dan butuh banyak referensi, yah memang walau sebenarnya referensi-referensi itu pun ada di buku, namun hanya saja karena adanya si ‘malaikat’ ini membuat kita enggan untuk mampir ke perpustakaan dan membuka buku, tentu jelas bukan perbandingannya dengan membeli buku atau majalah asli, toh penelusuran informasi melalui internet jauh lebih murah. Apalagi pada saat ini banyak situs yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Kita tinggal mengunduh atau mencetak informasi yang kita butuhkan. Oleh karena itu pula beberapa lembaga atau instansi menggunakan Internet yang menyediakan kegiatan pembelajaran interaktif seperti fasilitas elearning yang tentunya dapat meningkatkan kemampuan intelektual kita, seperti sekolah menulis online, dsb. Dari situlah sudah barang tentu dengan menjadi anggota pada kegiatan tersebut dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga tersebut maka kita dapat berdiskusi dengan teman-teman sebaya atau setingkat mengenai berbagai hal jika kita memasuki mailing list atau melakukan chatting. Hal yang seru dan tidak membosankan bukan? . Selain hal-hal yang di ungkapkan di atas tadi sebenarnya dapat timbul beberapa kenegatifan dari internet yang didapat dari sumber seperti; terserangnya PC dari virus-virus yang ada di dunia maya, terkadang seseorang sengaja melakukan penyebaran virus agar para pengguna internet dapat terpengaruh, maka berhati-hatilah ketika login ke suatu website. Selanjutnya dapat terjadi Pencurian data di komputer, kadang ada juga hacker yang dengan sengaja melakukan pencurian data-data sensitif pada komputer anda, misalnya password,foto yang disimpan di PC, salinan dokumen penting dsb. Lalu yang terakhir Akses situs porno yang dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Dengan begini moral sesorangpun dapat terpengaruh. Yah memang hal-hal tersebut belum tentu terjadi namun berhati-hati itu tidak ada salahnya. Dengan mendunianya internet dewasa ini saya berharap bagi user tak perlu melakukan yang sekiranya di luar privasi,karena sering terlihat seperti di situs jejaring sosial privasi satu dan lainnya sudah tak terjaga karena terlalu mengumbar di dunia maya ini, dan bagi admin internet, buatlah sesuatu yang bermanfaat bagi user agar internet dapat lebih berguna dan baik lagi dari sebelumnya seperti; tak perlu membuat situs porno,mengurangi situs games,dsb.

SUMBER; - http://penayunus.wordpress.com/2010/06/15/kelebihan-internet-sebagai-media-pembelajaran/
- http://hasiaulia.net/2010/09/28/kelebihan-dan-kekurangandampak-buruk-internet/
-