Manusia dan Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia W. J. S.
Poerwadarminta adalah “keadaan wajib menanggung segala sesuatunya” artinya jika ada sesuatu hal, boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan dan sebagainya. Tanggung jawab ini pula memiliki arti yang lebih jauh bila memakai imbuhan, contohnya ber-, bertanggung jawab dalam kamus tersebut
diartikan dengan “suatu sikap seseorang yang secara sadar dan berani mau mengakui apa yang dilakukan, kemudian ia berani memikul segala resikonya”. Dalam artian lain, tanggung jawab meminjam istilahnya Bung Hatta adalah integritas individual. Perlu menjadi perhatian utama, adalah bagaimana membentuk pola pikir anak agar pada suatu saatnya nanti mampu
memiliki integritas – tanggung jawab – baik itu secara pribadi maupun dalam
kehidupan kolektif, sebagaimana hal itu tercantum dalam definisi di atas. Dengan kata lain, tanggung jawab yang dimaksudkan disini adalah suatu investasi yang tak ternilai harganya, yang ditanamkan pada seorang anak demi masa depannya kelak. Dan penanaman tanggung jawab itu sendiri hanya dapat tercapai jika dijalani lewat proses pendidikan. Pendidikan disini bukanlah pendidikan sebagaimana pandangan konvensional yang mengatakan bahwa mendidik adalah urusan sekolah (institusi). Akan tetapi pendidikan yang saya maksudkan adalah pendidikan yang sebenar-benar pendidikan, yaitu pendidikan yang dilalui sepanjang hayat, yang dilakukan oleh orang tua semenjak kehadiran anak didunia, melalui transmisi kasih sayang, kepedulian, kepercayaan, emphati dan kesinambungan serta pengarahan secara spiritual. Ya, Pada dasarnya manusia dilahirkan dengan tanggung jawabnya masing-masing. Hak dan kewajiban juga bisa menjadi dasar agar mereka atau bagaimana mereka dapat mempertanggung jawabkan kehidupan melalui hal itu. Semakin dewasa manusia atau seseorang maka semakin besar dan berat tanggung jawab yang harus mereka jalankan. Namun sangat disayangkan, jika setiap orang menyepelekan arti atau makna dari tanggung jawab itu sendiri. Kebanyakan dari mereka menganggap tanggung jawab itu merupakan beban yang sangat berat di pikul, sehingga terkadang mereka menghalalkan segala cara untuk menjalankan bahkan menghindar dari hal tersebut. Misalnya; terdapat keluarga yang berkecukupan dengan seorang kepala rumah tangga sebagai suami dari istri yang sekaligus ayah dari anak-anaknya, sehingga dengan pasti dia memegang tanggung jawab yang sangat besar, dimana dia harus membimbing keluarga dengan baik,mencari nafkah,memikirkan masa depan sang anak, dan sebagainya. Ya, yang seharusnya dilakukan seseorang tersebut adalah berusaha untuk dapat menjalankan semua tanggung jawab itu, tapi sayangnya sang kepala rumah tangga itupun mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. Contoh di atas hanyalah satu dari sekian kisah, gambaran jika seseorang sudah tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya lalu mencari jalan keluar yang tidak mudah untuk dipertanggung jawabkan ketika di akhirat nanti.
Kisah itupun acapkali ada di negara kita. Tanggung jawab juga biasa di idientikan dengan kebebasan, Sebenarnya tidak ada manusia yang tidak tahu apa itu kebebasan, karena kebebasan merupakan kenyataan yang akrab dengan kita semua. Dalam hidup setiap manusia kebebasan adalah unsur hakiki. Kadang-kadang kebebasan dimengerti sebagai kesewenang-wenangan. Kalau begitu, orang disebut bebas bila ia dapat berbuat atau tidak berbuat sesuka hatinya. Persoalannya adalah bagaimana seseorang yang ideal dapat bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukannya. Orang yang bertanggung jawab dapat diminta penjelasan tentang tingkah lakunya dan bukan saja ia bisa menjawab-kalau Ia mau-melainkan juga ia harus menjawab. Tanggung jawab berarti bahwa orang tidak boleh mengelak, bila diminta penjelasan tentang perbuatannya. Selain tanggung jawab dari kebebasan tadi, terdapat juga tanggung jawab dari orangtua kepada anak-anaknya mengenai pendidikan. Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang cendekia, oleh karena itu orangtua selalu mengusahakan semaksimal mungkin untuk mengeluarkan biaya sekolah anaknya karena juga itu merupakan tanggung jawab mereka. Dan masih banyak lagi tanggung jawab yang harus kita jalankan sebagai manusia, mahkluk sosial yang tak dapat hidup sendiri, baik tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
SUMBER:
- http://organisasi.org/arti-pengertian-dari-integritas-loyalitas-dan-tanggung-jawab
- http://www.mail-archive.com/rezaervani@yahoogroups.com/msg02931.html
- http://www.idonbiu.com/2009/05/kebebasan-dan-tanggung-jawab-seorang.html
No comments:
Post a Comment