Monday, November 29, 2010

MANUSIA dan KEADILAN

MANUSIA dan KEADILAN

Keadilan pada hakikatnya adalah memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai dengan haknya. Yang menjadi hak setiap orang adalah diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat martabatnta,yang sama derajatnya,yang sama hak dan kewajibannya,tanpa membedakan suku,agama, dan keturunannya. Hakikat keadilan dalam UUD 1945,GBHN,pancasila, dan kata adil terdapat pada:
1. Pancasila, yaitu sila kedua dan kelima
2. Pembukaan UUD 45, yaitu alinea II dan IV
3. GBHN tentang visi 1999-2004
Keadilan berasal dari kata adil, menurut W.J.S poerdarminto kata adil berarti tidak berat sebelah, sepatutnya tidak sewenang-wenang dan memihak.
Aristoteles membagi keadilan sebagai berikut;
- Keadilan komunikatif adalah perlakuan terhadap seseorang yang tidak melihat jasa-jasa yang dilakukannya.
- Keadilan distributif adalah perlakuan terhadap seseirang yang tidak melihat jasa-jasa yang telah dibuatnya.
- Keadilan kodrat alam adalah memberi sesuatu sesuai dengan yang diberikan orang lain kepada kita.
- Keadilan konvensional adalah seseorang yang telah menaati segala peraturan perundang-undangan yang telah diwajibkan.
- Keadilan menurut teori perbaikan adalah seseorang yang telah barusaha memulihkan nama baik orang lain yang telah tercemar.


Dalam kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral. Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan. Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hukum. Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak jujur dan tidak baik . Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan. Kecurangan pada dasarnya adalah penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layak dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat dosa dan salah, sangat rawan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya. Atau yang biasa dikenal dengan nepotisme.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikap dan mentalitas seseorang yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang hal ini tidak selalu mutlak. Kecurangan dan keadilan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hampir pada setiap diri individu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menegakan keadilan.
3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikap adil,manusiapun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lain kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4. dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.


SUMBER: - http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/28/manusia-dan-keadilan/
- http://antihitamputih.wordpress.com/2010/03/24/manusia-dan-keadilan/
- file:///C:/Users/Admin/Documents/refrensi%20IBD%20keadilan_files/pengertian-keadilan.htm

MANUSIA dan PENDERITAAN

Manusia dan Penderitaan
Manusia biasa merasakan keluh kesah,kelaparan,kesengsaraan,kekenyangan,kepanasan, dll. Hal-hal tersebut merupakan salah satu bentuk penderitaan. Penderitaan dan kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Penderitaan, memang tak hanya terjadi lantaran perang ataupun tingkah manusia agresif lainnya. Banyak hal yang sebenarnya yang bisa menjadi penderitaan manusia, bencana alam, musibah atau kecelakaan, penindasan, perbudakan, kemiskinan dan lain sebagainya. Selain itu penderitaan boleh juga dibilang sebagai fenomena yang universal. Penderitaan tidak mengenal ruang dan waktu. Ini berarti bahwa penderitaan tidak hanya dialami oleh manusia di zaman ini, dimana kebutuhan dan tuntutan hidup semakin meningkat yang pada instansi berikut bisa menimbullkan penderitaan bagi yang tidak mampu memenuhinya. Akan tetapi penderitaan, konon telah dikenal sejak kelahiran manusia pertama. Belum begitu lepas dari ingatan kita, barangkali, betapa adam dan hawa harus menderita terlompat dari surga lantaran tindakannya sendiri yang mengesampingkan perintah tuhan dan lebih menuruti nafsu dan bujukan syaitan. Namun, jika dilihat dari sudut pandang agama islam, Penderitaan juga dapat timbul akibat noda dosa pada hati manusia (Al-Ghazali, abad ke 11). Menurut Al-Ghazali dalam kitabnya Ihyaa’ Ulumudin, orang yang suka iri hati, hasad, dengki akan menderita hukuman lahir-batin, akan merasa tidak puas dan tidak kenal berterima kasih. Padahal dunia tidak berkekurangan untuk orang-orang di segala zaman. Allah SWT telah memberi ilmu dan kekayaan atau kekuasaan-Nya, karena itu penderitaan-penderitaan lahir ataupun batin akan selalu menimpa orang-orang yang mempunyai sifat iri hati, hasad, dengki selama hidupnya sampai akhir kelak. Untuk mengobati hati yang menderita ini, sebelumnya perlu diketahui tanda- tanda hati yang sedang gelisah (hati yang sakit). Perlu diketahui bahwa setiap anggota badan diciptakan untuk melakukan suatu pekerjaan. Apabila hati sakit maka ia tidak dapat melakukan pekerjaan dengan sempurna ia kacau dan gelisah. Ciri hati yang tidak dapat melakukan pekerjaan ialah apabila ia tidak dapat berilmu, berhikmah, bermakrifat, mencintai Allah dengan menyembah-Nya, merasa erat dan nikmat mengingat-Nya. Penderitaan kerap kali dihubungkan dengan siksaan, manusia merasakan siksaan secara fisik namun penderitaan biasanya lebih dirasakan secara perasaan. Berbicara tentang siksaan terbayang dibenak kita sesuatu yang sangat mengerikan bahkan mungkin mendirikan bulu kuduk kita, siksaan itu berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain dan sebagainya. Siksaan manusia ini ternyata juga menimbulkan kreativitas bagi yang pernah mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung ataupun tidak langsung. Dari siksaan sebelum timbul penderitaan terdapat yang namanya rasa sakit. Rasa sakit adalah rasa yang tidak enak bagi pendeirta, rasa sakit atau penyakit tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Penderitaan rasa sakit, dan siksaan merupakan rangkaian yang satu dengan lainnya tak dapat dipisahkan merupakan rentetan sebab akibatnya. Karena siksaan orang merasa sakit dan karena merasa sakit orang menderita. Tiap rasa sakit atau penyakit ada obatnya hanya tergantung kepada penderita atau keluarga penderita, apakah ada usaha atau tidak. Dari penderitaanpun kenikmatanlah yang selalu orang inginkan. Karena kenikmatan adalaah Tujuan manusia yang paling populer , sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia. Penderitaan dan kenikmatan muncul karena alasan “saya suka itu” atau “sesuatu itu menyakitkan”. Kenikmatan dirasakan apabila yang dirasakan sudah didapat, dan penderitaan dirasakan apabila sesuatu yang menyakitkan menimpa dirinya. Aliran yang ingin secara mutlak menghindari penderitaan adalah hedonisme, yaitu suatu pandangan bahwa kenikmatan itu merupakan tujuan satu-satunya dari kegiatan manusia, dan kunci menuju hidup baik. Penafsiran hedonisme ada dua macam, yaitu:
1. Hedonisme psikologis yang berpandangan bahwa semua tindakan diarahkan untuk mencapai kenikmatan dan menghindari penderitaan.
2. Hedonisme etis yang berpandangan bahwa semua tindakan ‘harus’ ditujukan kepada kenikmatan dan menghindari penderitaan.

SUMBER: - http://sobatbaru.blogspot.com/2008/05/pengertian-penderitaan.html
- http://exalute.wordpress.com/2009/03/29/manusia-dan-penderitaan/
-
-

Saturday, November 27, 2010

MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP

MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu akan menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa anti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Agar setiap manusia tidak memiliki pandangan hidup yang menyimpang, perlu diberikan pengertian mangenai benar dan salah dalam kehidupan sejak dini. Setiap individu juga memiliki cita-cita. Pandangan hidup dan cita-cita tersebut sangat berkaitan erat. Orang yang memiliki pandangan hidup pasti memiliki cita-cita. Walaupun, banyak cita-cita yang tidak dapat tercapai dengan mudah. Butuh kerja keras untuk mewujudkan cita-cita dan menjalankan pandangan hidup. Manusia di karuniai otak dan pikiran agar memiliki pandangan hidup yang baik. Tentang Tuhan, tentang orang tua, tentang sesame, tentang lingkungan, tentang masa depan dan lainnya. Pandangan hidup yang akan kita jalani harus dipergunakan dengan sebaiknya. Sangat menyedihkan jika seseorang yang memiliki pandangan hidup yang lahir dari kebencian, kekerasan, atau kegelapan. Karena setiap pandangan hidup menginginkan kebaikan.

Menurut asalnya pandangan hidup dibagi menjadi 3 yaitu :
a. Pandangan hidup yang berasal dari agama,
b. Pandangan hidup yang berupa ideologi, dan
c. Pandangan hidup hasil renungan.

Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri – sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari. Dewasa ini tidak sedikit juga orang-orang yang pandangan hidupnya menyimpang. perkembangan ilmu pengetahuan modern yang sedemikian pesatnya, sehingga timbul kelompok masyarakat mulai mengambil dasar logika sebagai pandangan hidupnya, menggantikan iman dan kepercayaan. Perubahan pandangan hidup ini akhirnya menjadi lebih ektrim. Sehingga sebagian besar masyarakat, mulai menganggap bahwa orang yang mempunyai pandangan hidup dan pikiran yang keluar dari dasar logika dan ilmu pengetahuan adalah orang yang bodoh, kuno, dan tahayul. Demikian pula bagi para umat yang masih menjalankan pembkinaan kehidupan spirirual agama dengan berpedoman pada iman dan kepercayaan, akan disebut sebagai orang ortodok yang ketinggalan zaman.

Sikap dan pandangan tehadap dunia nyata (mikrokosmos) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia sehari-hari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam mengahdapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya.

Di lihat dari berbagai sudut. pandangan memiliki arti yang luas, di setiap ada pandangan ada usaha, cita cita, pengharapan. berarti dalam mewujudkan suatu pandangan hidup banyak sekali nilai pengalaman hidup yang tercapai saat menjalani kehidupan.
andangan hidup pada dasarnya adalah undur cita-cita, kebajikan, usaha,dan keyakinan, Keempatnya merupakan rangkaian kesatuan yang tak terpisah, dimana cita-cita merupakan suatu keinginan yang akan tercapai atas suatu usaha/perjuangan, tujuan yang hendak dicapai ialah kebaikan segala hal yang membuat manusia bahagia,damai, tentram serta makmur, dan keyakinan diukur dengan kemampuan akal, jasmani dan kepercayaan Tuhan.
Beberapa abad yang lampau, manusia dituntut untuk mempunyai iman dan kepercayaan yang kuat terhadap suatu keyakinan spiritual agama. Mereka yang di curigai tidak mempunyai iman dan kepercayaan spiritual agama yang kuat, akan dikucilkan oleh masyarakat umum. Bila mereka dianggap tidak mempunyai iman.


SUMBER : - http://irfanrahman.wordpress.com/2010/05/31/manusia-dan-pandangan-hidup/
- http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/N-P/Perubahan%20Dasar%20Pandangan%20Hidup.htm
- http://kejawen.blogsome.com/2008/05/02/alam-pikiran-dan-pandangan-hidup-orang-jawa/
- http://arbip.blogspot.com/2010/04/pandangan-hidup-adalah-cita-cita.html
- http://andhiragumay.wordpress.com/2010/05/11/manusia-dalam-pandangan-hidup-cita-cita-dan-kebajikan/
- Perubahan Dasar Pandangan Hidup
- www.goldenmother.org

MANUSIA dan TANGGUNG JAWAB

Manusia dan Tanggung Jawab

Tanggung jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia W. J. S.
Poerwadarminta adalah “keadaan wajib menanggung segala sesuatunya” artinya jika ada sesuatu hal, boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan dan sebagainya. Tanggung jawab ini pula memiliki arti yang lebih jauh bila memakai imbuhan, contohnya ber-, bertanggung jawab dalam kamus tersebut
diartikan dengan “suatu sikap seseorang yang secara sadar dan berani mau mengakui apa yang dilakukan, kemudian ia berani memikul segala resikonya”. Dalam artian lain, tanggung jawab meminjam istilahnya Bung Hatta adalah integritas individual. Perlu menjadi perhatian utama, adalah bagaimana membentuk pola pikir anak agar pada suatu saatnya nanti mampu
memiliki integritas – tanggung jawab – baik itu secara pribadi maupun dalam
kehidupan kolektif, sebagaimana hal itu tercantum dalam definisi di atas. Dengan kata lain, tanggung jawab yang dimaksudkan disini adalah suatu investasi yang tak ternilai harganya, yang ditanamkan pada seorang anak demi masa depannya kelak. Dan penanaman tanggung jawab itu sendiri hanya dapat tercapai jika dijalani lewat proses pendidikan. Pendidikan disini bukanlah pendidikan sebagaimana pandangan konvensional yang mengatakan bahwa mendidik adalah urusan sekolah (institusi). Akan tetapi pendidikan yang saya maksudkan adalah pendidikan yang sebenar-benar pendidikan, yaitu pendidikan yang dilalui sepanjang hayat, yang dilakukan oleh orang tua semenjak kehadiran anak didunia, melalui transmisi kasih sayang, kepedulian, kepercayaan, emphati dan kesinambungan serta pengarahan secara spiritual. Ya, Pada dasarnya manusia dilahirkan dengan tanggung jawabnya masing-masing. Hak dan kewajiban juga bisa menjadi dasar agar mereka atau bagaimana mereka dapat mempertanggung jawabkan kehidupan melalui hal itu. Semakin dewasa manusia atau seseorang maka semakin besar dan berat tanggung jawab yang harus mereka jalankan. Namun sangat disayangkan, jika setiap orang menyepelekan arti atau makna dari tanggung jawab itu sendiri. Kebanyakan dari mereka menganggap tanggung jawab itu merupakan beban yang sangat berat di pikul, sehingga terkadang mereka menghalalkan segala cara untuk menjalankan bahkan menghindar dari hal tersebut. Misalnya; terdapat keluarga yang berkecukupan dengan seorang kepala rumah tangga sebagai suami dari istri yang sekaligus ayah dari anak-anaknya, sehingga dengan pasti dia memegang tanggung jawab yang sangat besar, dimana dia harus membimbing keluarga dengan baik,mencari nafkah,memikirkan masa depan sang anak, dan sebagainya. Ya, yang seharusnya dilakukan seseorang tersebut adalah berusaha untuk dapat menjalankan semua tanggung jawab itu, tapi sayangnya sang kepala rumah tangga itupun mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. Contoh di atas hanyalah satu dari sekian kisah, gambaran jika seseorang sudah tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya lalu mencari jalan keluar yang tidak mudah untuk dipertanggung jawabkan ketika di akhirat nanti.
Kisah itupun acapkali ada di negara kita. Tanggung jawab juga biasa di idientikan dengan kebebasan, Sebenarnya tidak ada manusia yang tidak tahu apa itu kebebasan, karena kebebasan merupakan kenyataan yang akrab dengan kita semua. Dalam hidup setiap manusia kebebasan adalah unsur hakiki. Kadang-kadang kebebasan dimengerti sebagai kesewenang-wenangan. Kalau begitu, orang disebut bebas bila ia dapat berbuat atau tidak berbuat sesuka hatinya. Persoalannya adalah bagaimana seseorang yang ideal dapat bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukannya. Orang yang bertanggung jawab dapat diminta penjelasan tentang tingkah lakunya dan bukan saja ia bisa menjawab-kalau Ia mau-melainkan juga ia harus menjawab. Tanggung jawab berarti bahwa orang tidak boleh mengelak, bila diminta penjelasan tentang perbuatannya. Selain tanggung jawab dari kebebasan tadi, terdapat juga tanggung jawab dari orangtua kepada anak-anaknya mengenai pendidikan. Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang cendekia, oleh karena itu orangtua selalu mengusahakan semaksimal mungkin untuk mengeluarkan biaya sekolah anaknya karena juga itu merupakan tanggung jawab mereka. Dan masih banyak lagi tanggung jawab yang harus kita jalankan sebagai manusia, mahkluk sosial yang tak dapat hidup sendiri, baik tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

SUMBER:
- http://organisasi.org/arti-pengertian-dari-integritas-loyalitas-dan-tanggung-jawab
- http://www.mail-archive.com/rezaervani@yahoogroups.com/msg02931.html
- http://www.idonbiu.com/2009/05/kebebasan-dan-tanggung-jawab-seorang.html

Friday, November 19, 2010

Bilangan Biner

Bilangan Biner
Bilangan Biner
1.Carilah bilangan hexadesimal dari (8754)10

Cara 1 : di ubah menjadi bilangan biner.
8754 : 2 = sisa 0
4377 : 2 = sisa 1
2188 : 2 = sisa 0
1094 : 2 = sisa 0
547 : 2 = sisa 1
273 : 2 = sisa 1
136 : 2 = sisa 0
68 : 2 = sisa 0
34 : 2 = sisa 0
17 : 2 = sisa 1
8 : 2 = sisa 0
4 : 2 = sisa 0
2 : 2 = sisa 0
hasil 1

(8754)10 = (10001000110010) 2
0010 – 0010 – 0011 – 0010
2 2 3 2
= (2232)16



2.Carilah Bilangan Oktal dari (872)10

Cara 2 : dibagi dengan bilangan octal (8)

872 : 8 = 0
109 : 8 = 5
13 : 8 = 5
Hasil 1

(872)10 = (1550)8

3.Hitunglah nilai oktal dari (101110111)2
(101110111)2 di kelompokan menjadi 101 110 111
101 punya bilangan 5 oktal
110 puny bilangan 6 oktal
111 punya bilangan 7 oktal

jadi hasilnya 101110111 punya bilangan 567 oktal

4. Ubahlah (251)8 menjadi bilangan biner.
2 5 1
binernya 010 101 001
jadi hasilnya 010101001

5.( 110101101011)2 menjadi bilangan hexadesimal
( 110101101011)2 di kelompokan menjadi 1101 0110 1011
1101 punya bilngan D hexadesimsal
0110 punya bilangan G hexadesimal
10111 punya bilangan B hexadesimal
jadi hasilnya 110101101011 punya bilangan DGB hexadesimal