Friday, October 29, 2010

MANUSIA dan KEBUDAYAAN

I. PENGERTIAN MANUSIA SECARA FILSAFAT
Menurut filsuf aristoteles, Manusia adalah “animal rationale”.Karena, menurutnya, ada tahap perkembangan:
• Benda mati -> tumbuhan -> binatang -> manusia.
• Tumbuhan = benda mati + hidup —-> tumbuhan memiliki jiwa hidup.
• Binatang = benda mati + hidup + perasaan —-> binatang memiliki jiwa perasaan.
• Manusia = benda mati + hidup + akal —-> manusia memiliki jiwa rasional.

• Materi (“Hyle”, “matter”) seakan-akan menyediakan “kemungkinan” (Yunani: “dynamis”, Latin: “potentia”) untuk pengejawantahan bentuk dalam setiap individu dengan cara yang berbeda-beda. Bentuk dalam hal makhluk hidup diberi nama “jiwa” (Yunani: “psyche”, Latin: “anima”), yang berlaku sama saja untuk tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Hanya jiwa manusia yang mempunyai kedudukan istimewa, karena manusia berkat jiwanya yang khas itu tidak hanya sanggup “mengamati” dunia di sekitar secara inderawi, tetapi sanggup juga “mengerti” dunia maupun dirinya. Di samping itu adalah karena jiwa manusia dilengkapi “nous” (Latin: “ratio” atau “intellectus”) yang menerima, dan malahan mengucapkan “logos” (sabda, pengertian) yang pada gilirannya menjelma dalam sabda-sabda “jasmani” yang diberi nama bahasa.
• Manusia adalah makhluk yang berakal budi. Dengan akal budi itulah ia dapat berpikir dan mengambil tindakan.
Seperti yang kita ketahui, manusia juga merupakan mahluk sosial, artinya secara harfiah manusia tidak mampu hidup sendiri, setiap ‘langkah’ pasti membutuhkan orang lain, baik secara langsung maupun tidak.





II. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah yang mencapai perubahan (mengubah). dapat diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.
Kata culture terkadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat abstrak,kompleks, dan luas. Banyak aspek budaya yang juga menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Oleh karena itu, Budaya atau Kebudayaan dapat di artikan pula sebagai, suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, peralatan kehidupan, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuiakan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

III. KORELASI antara MANUSIA dengan KEBUDAYAAN
Melalui pengertian dari masing-masing kata di atas (manusia dan budaya), dapat di hubungkan bahwa manusia yang membentuk kebudayaan, bukan kebudayaan yang membentuk manusia. Awalnya, manusia hidup saling ketergantungan, baik dengan sesama manusia atau mahluk hidup lainnya yang ada di alam sekitar. Dengan aktifitas rutin (kebiasaan) maka dengan sendirinya kebudayaan itu terbentuk, yang biasanya di lakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Membahas tentang kebudayaan maka tidak luput dari aturan atau norma, hal ini juga terkait dengan adanya objek dari si ‘aturan’ tersebut ialah manusia. Jika manusia hidup dengan berkebudayaan, maka manusia harus mengikuti atau mengadaptasikan alam pikirannya terhadap budayanya sendiri dengan cara mematuhi aturan dan norma yang ada, bertujuan untuk agar manusia hidup dapat, paling tidak melalui kebudayaannya sendiri.



SUMBER:
- http://grelovejogja.wordpress.com/2007/02/15/konsep-para-filsuf-tentang-manusia/
- http://yayasananwariyah.blogspot.com/2010/02/empat-unsur-ada-dalam-tubuh-manusia.html
- http://boykb.blogspot.com/2010/07/pengertian-kebudayaan.html

No comments:

Post a Comment